Diet MIND Tunda Penuaan Otak 2 Tahun, Menurut Studi
Gambar atau konten salah?
Berbagai pola makan ternyata dapat memperlambat proses penuaan otak hingga lebih dari dua tahun. Salah satu pola yang paling menonjol adalah diet MIND, singkatan dari Mediterranean‑DASH Diet Intervention for Neurodegenerative Delay. Diet ini memadukan elemen terbaik dari diet Mediterania dan diet DASH—yang dikenal baik untuk jantung dan menurunkan konsumsi garam—ke dalam satu strategi yang difokuskan pada kesehatan otak.
Diet MIND menekankan konsumsi makanan yang diyakini dapat menurunkan risiko demensia. Di antaranya beri, kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan, unggas, biji‑bijian utuh, minyak zaitun, dan kacang pohon. Setiap komponen memiliki kandungan nutrisi khusus yang mendukung fungsi kognitif.
Menurut penulis senior Changzheng Yuan, seorang profesor riset di Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang di Hangzhou, Cina, “Orang yang mematuhi diet MIND dengan lebih ketat tampaknya menunjukkan penuaan struktur otak yang lebih lambat selama sekitar 12 tahun masa tindak lanjut.”
Studi tersebut menemukan bahwa setiap peningkatan tiga poin dalam kepatuhan terhadap diet MIND terkait dengan dua hasil utama:
- Penyusutan materi abu‑abu berkurang 20 persen, setara dengan penundaan penuaan otak selama 2,5 tahun. Materi abu‑abu adalah pusat pemrosesan informasi dan fungsi kognitif di otak.
- Perkembangan ventrikel yang lebih lambat. Ventrikel adalah ruang berisi cairan di otak yang biasanya membesar saat jaringan otak menyusut karena usia. Peningkatan ukuran ventrikel sering menjadi tanda atrofi otak yang terkait dengan Alzheimer.
Berbeda dengan diet Mediterania yang lebih umum, diet MIND secara khusus menonjolkan buah beri seperti stroberi dan blueberry karena kandungan antioksidan tinggi, serta sayuran berdaun hijau yang kaya vitamin K, lutein, dan folat. Beberapa poin utama diet MIND meliputi:
- Sayuran Hijau: Minimal 6 porsi seminggu.
- Beri: Minimal 2 porsi seminggu.
- Kacang‑kacangan: Konsumsi rutin sebagai camilan sehat.
- Minyak Zaitun: Digunakan sebagai minyak utama.
- Batasi Makanan 'Jahat': Membatasi daging merah, mentega, keju, makanan manis, dan makanan gorengan/cepat saji.
Meskipun studi ini menunjukkan hubungan kuat antara diet dan kesehatan struktur otak, para peneliti menekankan bahwa diet hanyalah satu bagian dari teka‑teki kesehatan kognitif. Faktor gaya hidup lain—seperti tidak merokok, aktivitas fisik rutin, dan pengelolaan kondisi kesehatan seperti hipertensi dan diabetes—juga sangat penting untuk mencegah demensia di masa tua.
Para ahli menyarankan agar masyarakat mulai mengadopsi kebiasaan makan sehat ini sejak dini. Perubahan struktural pada otak sering kali dimulai bertahun‑tahun sebelum gejala penurunan daya ingat muncul. Dengan memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup sehat lainnya, kita dapat menunda proses penuaan otak dan menjaga fungsi kognitif lebih lama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
