Dinosaurus Raksasa Nagatitan Chaiyaphumensis Temukan di Thailand

Bima J. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Dinosaurus Raksasa Nagatitan Chaiyaphumensis Temukan di Thailand

Gambar atau konten salah?

Seorang penduduk di tepi kolam warga di timur laut Thailand menemukan potongan tulang yang menakjubkan pada 01 Januari 2016. Tulang ini kemudian terungkap menjadi bagian dari dinosaurus raksasa yang belum pernah dilihat di Asia Tenggara.

Para ilmuwan menamai spesimen ini Nagatitan chaiyaphumensis. Nama ini menggabungkan “naga” yang merujuk pada ular mitologi Asia Selatan dan “titan” yang berarti raksasa, serta “chaiyaphumensis” yang menandakan provinsi tempat fosil ditemukan.

Menurut data yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, dinosaurus ini diperkirakan beratnya 27 metrik ton dan panjangnya 27 meter. Dibandingkan dengan Tyrannosaurus rex, yang panjangnya hanya sekitar 12 meter, Nagatitan lebih dari dua kali lipat.

Humerus, atau tulang kaki depan, berukuran 1,78 meter. “Kami tidak memiliki banyak spesimen dengan skala sebesar itu di Thailand,” kata penulis utama dan ahli paleontologi Thitiwoot Sethapanichsakul. Ia melanjutkan, “Saat pertama kali saya melihat tulang humerus itu, ukurannya lebih tinggi dari saya, dan itu sangat mengejutkan.”

Fosil ini ditemukan selama kerja lapangan di area tersebut antara 01 Januari 2016 hingga 01 Januari 2019. Penggalian lanjutan dilakukan pada 01 Januari 2024, di mana para peneliti dari University College London, Departemen Sumber Daya Mineral Thailand, Mahasarakham University, dan Suranaree University of Technology melakukan pemindaian 3D pada tulang kaki, tulang belakang, tulang rusuk, dan panggul dinosaurus.

Peneliti menjelaskan alasan nama. “Naga juga sering dikaitkan dengan air dan mengingat dinosaurus ini ditemukan di tepi kolam milik warga, rasanya sangat tepat menamainya dengan nama ular raksasa,” ujar Sethapanichsakul. Ia menambahkan bahwa “titan” merujuk pada ukuran raksasa, sedangkan “chaiyaphumensis” menunjukkan lokasi penemuan.

Spesimen ini diperkirakan hidup pada akhir periode Kapur Awal, sekitar 120 juta hingga 100 juta tahun lalu. Pada masa itu, Nagatitan kemungkinan hidup berdampingan dengan dinosaurus herbivora kecil hingga sedang.

Sethapanichsakul menekankan bahwa Thailand memiliki salah satu keragaman fosil dinosaurus tertinggi di Asia. Ia menyebutkan bahwa wilayah tersebut memiliki lapisan batuan sedimen sangat tebal dari Era Mesozoikum, yang berumur sekitar 252 juta hingga 66 juta tahun lalu. “Batuan-batuan ini jarang terpapar hujan lebat dan pertumbuhan vegetasi yang lebat, yang mana hal tersebut bisa mengikis atau menghancurkan tulang-belulang itu,” tambahnya.

Hasil penelitian kini dipamerkan di Museum Thainosaur di Bangkok. Rekonstruksi ukuran asli Nagatitan chaiyaphumensis ditampilkan secara detail, memberi pengunjung gambaran tentang makhluk raksasa yang pernah menghuni tanah Thailand.

Penemuan ini menambah bukti bahwa wilayah Asia Tenggara menyimpan fosil dinosaurus yang sangat beragam. Dengan ukuran dan berat yang luar biasa, Nagatitan chaiyaphumensis menjadi contoh penting bagi para paleontologis yang mempelajari evolusi sauropoda di kawasan ini.

Nagatitan chaiyaphumensisdinosaurus raksasaThailandfosilScientific ReportsUniversity College Londonsauropoda

Komentar

Memuat komentar...