Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah 1448: Amalan dan Makna

Wahyu T. · 3 min baca · 1 hari lalu · 6 dibaca
Bisik.id
Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah 1448: Amalan dan Makna

Gambar atau konten salah?

Menjelang pergantian tahun Hijriah, umat Islam dianjurkan melakukan berbagai ritual ibadah. Salah satunya adalah mengamalkan doa akhir dan awal tahun dengan khusyuk sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Doa bukan sekadar permintaan, melainkan jembatan komunikasi spiritual antara hamba dan penciptanya.

Doa akhir dan awal tahun tercantum dalam kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, Mufti Jakarta abad ke-19 hingga 20 Masehi. Teks doa ini dapat dibaca bersama atau sendirian, dan disampaikan pada waktunya sesuai tradisi.

Doa Akhir Tahun

Arab:
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Latin:
Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm.

Artinya:
"Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang engkau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Doa ini dibaca sebanyak tiga kali sebelum maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah. Dibaca lebih dulu daripada doa awal tahun.

Doa Awal Tahun Baru Islam

Arab:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Latin:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya:
"Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Awal. Hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan kedermawanan-Mu yang mulia tempat bergantung. Tahun baru ini telah tiba. Aku memohon perlindungan kepada-Mu di tahun ini dari (godaan) setan dan sekutu-sekutunya, serta memohon pertolongan-Mu untuk mengalahkan hawa nafsu yang selalu memerintahkan kejahatan. Aku juga memohon bimbingan agar disibukkan dengan segala amal yang dapat mendekatkan diriku kepada-Mu, wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan."

Doa awal tahun dibaca setelah masuk bulan Muharram. Ia diucapkan dengan harapan Allah menganugerahkan rahmat, lindungan, kesehatan, keharmonisan, keselamatan, kelapangan, rezeki, jodoh, karir, wafat husnul khatimah, dan berbagai kebaikan lainnya.

Doa akhir dan awal tahun dapat dibaca secara bersama-sama ataupun sendirian. Pada tahun 2026, umat Islam akan menyambut pergantian tahun dari 1447 Hijriah menjadi 1448 Hijriah. Awal tahun baru Islam jatuh pada 16 Juni 2026. Sementara itu, malam 1 Muharram dimulai pada Senin malam, 15 Juni 2026.

Amalan Sambut Awal Tahun Baru

Menurut Syekh Abdul Hamid, dalam Kitab Kanzun Naja wa Surur fi Ad'iyati Syarhus Shudur, terdapat sepuluh amalan yang dianjurkan untuk menyambut bulan Muharram. Dua amalan tambahan juga disarankan oleh para ulama. Berikut rincian lengkapnya:

  • Melakukan shalat
  • Puasa
  • Menyambung silaturahim
  • Sedekah
  • Mandi
  • Mengenakan celak mata
  • Ziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal)
  • Menjenguk orang sakit
  • Menambah nafkah keluarga
  • Memotong kuku
  • Usap kepala anak yatim
  • Bersedekah
  • Mandi
  • Menambah nafkah keluarga
  • Memotong kuku
  • Usap kepala anak yatim
  • Baca surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali

Amalan-amalan tersebut bertujuan meningkatkan ketakwaan dan solidaritas sosial. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, mempererat hubungan keluarga, serta menyalurkan kebaikan kepada yang membutuhkan.

Dengan membaca doa akhir dan awal tahun serta melaksanakan amalan-amalan tersebut, umat Islam dapat memulai tahun baru dengan niat bersih, memohon petunjuk, dan menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan hidup. Fokusnya tetap pada pengakuan diri, permohonan ampun, dan harapan akan rahmat serta perlindungan Allah SWT.

Doa Akhir TahunDoa Awal TahunAmalan MuharramHijriahTanggal 2026KeluargaSedekah

Komentar

Memuat komentar...