Doa dan Amalan Utama di Awal Muharam Menjadi Fokus Muslim

Agus P. · 6 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Doa dan Amalan Utama di Awal Muharam Menjadi Fokus Muslim

Gambar atau konten salah?

Doa dan amalan di awal bulan Muharam menjadi fokus bagi banyak muslim yang ingin memulai tahun Hijriah dengan penuh harapan. Di bulan yang dimuliakan ini, ibadah dianggap lebih menguntungkan, sehingga banyak orang mengangkat doa dan memperbanyak amal sholeh.

Al-Qur’an mengingatkan umat Islam untuk selalu berdoa. Dalam surat Al‑Mu’min ayat 60, Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’”

Ayat ini menegaskan bahwa doa adalah sarana penghambaan kepada Allah. Seseorang yang enggan berdoa dianggap sombong, dan tempatnya di neraka. Oleh karena itu, doa menjadi kewajiban, bukan sekadar kebiasaan.

Menurut M. Habib Utsman bin Yahya, dalam kitabnya Maslakul Akhyar, umat Islam dianjurkan membaca doa khusus di awal dan akhir tahun Hijriah. Doa tersebut bersifat umum, namun dapat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi. Selain doa tersebut, banyak ulama menekankan pentingnya memperbanyak doa lain yang memohon kebaikan di tahun baru.

Berikut adalah delapan doa yang sering dibaca pada awal bulan Muharam. Setiap doa disertai teks Arab, Latin, dan terjemahan Indonesia. Bacalah dengan hati, karena doa ini bukan sekadar kata, melainkan harapan yang diungkapkan kepada Allah.

  1. Doa Memohon Kebaikan dan Keberkahan di Tahun Baru Hijriah

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

    Latin: Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

    Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

  2. Doa Memohon Ampunan atas Kesalahan di Tahun Sebelumnya

    اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

    Latin: Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihi sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm.

    Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

  3. Doa Memohon Kebaikan di Dunia dan Akhirat

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِيَ الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٌّ

    Latin: Allahumma ashlih li diniyalladzi huwa 'ishmatu amri, wa ashlih li dunyaya allati fiha ma'asyi, wa ashlih li akhirati allati fiha ma'di, waj'alil hayata ziyadatan li fi kulli khair, waj'alil mauta rahatan li min kulli syarr.

    Artinya: “Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi penjaga urusanku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari segala keburukan.”

  4. Doa Memohon Kemudahan Urusan di Tahun yang Baru

    اللَّهُمَّ الْطُفْ بِنَا فِي تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    Latin: Allahummal-thuf bina fi taysiri kulli 'asir, fa inna taysiral-'asiri 'alaika yasir, wa nas'alukal-yusra wal-mu'afata fid-dunya wal-akhirah.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kelembutan dan pertolongan-Mu kepada kami dalam memudahkan setiap kesulitan. Sesungguhnya memudahkan perkara yang sulit bagi-Mu adalah hal yang mudah. Kami memohon kepada-Mu kemudahan dan keselamatan (kesejahteraan) di dunia dan di akhirat.”

  5. Doa Sapu Jagat

    رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latin: Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”

  6. Doa Memohon Panjang Umur dan Selalu dalam Ketaatan Kepada Allah SWT

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ طُوْلَ الْعُمُرِ بِالْتَّاعَةِ وَاخْتِمْ لَنَ بِالْأَعْمَالِ الصَّلِحَةِ

    Latin: Allahumma innaa nas'aluka thuulal 'umri bith-thaa'ah, wakhtim lanaa bil-a'maalish shaalihah.

    Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu umur yang panjang dalam ketaatan kepada-Mu, dan tutuplah kehidupan kami dengan amal-amal sholeh.”

  7. Doa Memohon Kehidupan yang Baik

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِيشَةً نَقِيَّةً، وَمَيْتَةً سَوِيَّةً، وَمَرَدًا غَيْرَ مُخْرٍ وَلَا فَاضِح

    Latin: Allahumma inni as'aluka 'iisyatan naqiyyah, wa miitatan sawiyyah, wa maraddan ghaira mukhzin wa laa faadhih.

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kehidupan yang baik dan bersih, kematian yang lurus (baik), serta tempat kembali yang tidak menghinakan dan tidak pula mempermalukan.”

  8. Doa Memohon Perlindungan dari Jin dan Manusia

    قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ

    Latin: Qul a'ūdzu birabbil falaq wa qul a'ūdzu birabbin nās.

    Artinya: “Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh dan Aku berlindung kepada Tuhan manusia.”

Setelah membaca doa, banyak muslim memilih memperbanyak amalan sunnah di bulan Muharam. Bulan ini dianggap sebagai bulan yang paling mulia, sehingga ibadah yang dilakukan di sini memiliki pahala yang lebih besar.

  1. Memperbanyak Puasa Sunnah

    Hadis riwayat Muslim menyebutkan: “أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ” yang berarti: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharam.”

    Puasa yang dianjurkan antara lain: puasa di awal bulan, puasa Tasu'a pada 9 Muharam, puasa Asyura pada 10 Muharam, puasa Senin dan Kamis, serta puasa ayyamul bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah.

  2. Memperbanyak Amalan Sunnah

    Di bulan Muharam, umat dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah. Amalan yang dapat dilakukan antara lain: sholat sunnah, bersedekah, menyalurkan silaturahim, mandi dengan niat untuk bertaubat, memakai celak mata, menjenguk orang sakit, memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta berbuat baik kepada keluarga dan tetangga.

  3. Memperbanyak Dzikir dan Istigfar

    Menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah, introspeksi diri atas perbuatan setahun terakhir. Dengan memperbanyak dzikir, istigfar, dan taubat, seseorang dapat menenangkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, dan mengingat agar tetap berada di jalan yang diridhai-Nya.

  4. Memperbanyak Sedekah

    Hadis riwayat Al‑Bazzar menyatakan: “Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura seakan-akan seperti puasa satu tahun. Dan barangsiapa bersedekah pada hari Asyura maka seperti sedekah satu tahun.”

    Berbagi kepada keluarga, kerabat, anak yatim, fakir miskin, maupun masyarakat sekitar menjadi sarana rasa syukur atas nikmat Allah dan membantu mereka yang membutuhkan.

Dengan memulai tahun Hijriah dengan doa dan amalan yang tulus, umat Islam berharap dapat memperoleh keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan. Doa tidak hanya sekadar kata, melainkan jembatan yang menghubungkan hati dengan Sang Pencipta. Amalan sunnah, terutama puasa dan sedekah, dianggap lebih menguntungkan di bulan Muharam, sehingga banyak orang berusaha memperbanyaknya.

Kesimpulannya, bulan Muharam menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memohon kebaikan, memohon ampunan, dan memperbanyak amal sholeh. Doa-doa yang dibaca di awal bulan memiliki makna mendalam, sementara amalan sunnah seperti puasa, dzikir, dan sedekah menambah pahala. Dengan kesungguhan hati, setiap muslim dapat memulai tahun Hijriah dengan harapan dan kebaikan yang lebih besar.

— Sri Wahyuni Oktafia

Muharamdoaamalan sunnahpuasasedekahdzikirkeberkahan

Komentar

Memuat komentar...