Polrestabes Surabaya Larang Konvoi 1 Suro, Siapkan Personel
Gambar atau konten salah?
Polrestabes Surabaya melarang konvoi dan arak-arakan pada peringatan 1 Muharam atau malam 1 Suro. Polisi menegaskan akan menindak tegas setiap pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, mengatakan tidak ada toleransi bagi pihak yang nekat menggelar konvoi maupun arak-arakan di wilayah Kota Pahlawan.
“Bagi siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran, mengganggu keamanan, ketertiban, maupun keselamatan pengguna jalan lainnya akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Konvoi, arak-arakan, maupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum tidak diperkenankan,” kata Galih.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel gabungan Polrestabes Surabaya akan disiagakan di sejumlah titik, terutama di perbatasan dan kawasan tengah kota.
“Personel kami siapkan di batas kota dan tengah kota untuk antisipasi gangguan kamtibmas terutama konvoi dari massa perguruan silat lain,” ujarnya.
Galih menjelaskan bahwa langkah antisipasi akan mulai dilakukan sejak sore hari. Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak diimbau menghindari perjalanan menuju Surabaya karena akan dilakukan penyekatan di sejumlah akses masuk kota.
Selain itu, kepolisian juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya gesekan antar kelompok. Untuk mencegah hal tersebut, peserta kegiatan pengesahan anggota perguruan silat akan diberangkatkan menggunakan bus menuju lokasi acara dengan pengawalan aparat kepolisian.
“Kami sudah mempersiapkan beberapa langkah antisipasi untuk memastikan acara berlangsung aman dan tertib. Termasuk kemungkinan ada massa dari luar kota yang memaksa datang ke Surabaya,” tutup eks Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim.
Pada 15 Juni 2026, Polrestabes Surabaya menegaskan kebijakan tegas terhadap konvoi dan arak-arakan di malam 1 Suro, menyiapkan personel di titik strategis, dan menyiapkan bus pengawalan untuk menjaga ketertiban.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
