Dody Hanggodo: Sekolah Rakyat Lambat, Target 100/Tahun
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengakui bahwa progres pembangunan sekolah rakyat masih tertinggal. Ia juga menegaskan bahwa ada pihak yang sengaja menyembunyikan perkembangan proyek ini.
Uniknya, pernyataan tersebut muncul setelah kunjungan Dody ke salah satu proyek tahap II di Surabaya. Di sana, ia menemukan bahwa pembangunan sekolah rakyat masih berlangsung dengan sangat lambat.
Ia menyatakan, "Yang sekolah rakyat ini masih sangat-sangat jauh tertinggal. Hanya saya sesalkan kenapa ini mesti ditutupin gitu loh, ditutupin dari saya. Dan kemudian saya harus tahu dengan mata kepala sendiri dan penjelasan yang saya terima itu nggak bisa saya terima dengan akal sehat," ujar Dody kepada wartawan di Gedung Kementerian PU pada 17 April 2026.
Meski demikian, Dody tetap optimis bahwa pihaknya dapat memenuhi target pembangunan 100 sekolah rakyat setiap tahunnya. Ia menambahkan, "Kita dikasih kepercayaan untuk mewujudkan ini, harusnya kita bersemangat 45, kalau kita perlu mati di lapangan sana untuk bisa agar sekolah rakyat ini terbangun, on time, dengan progres yang bagus. apapun pahambatan awal yang kita akan harus tempuh. Saya akan kejar itu, insyaallah bisa lah," jelasnya.
Dody juga menekankan bahwa program sekolah rakyat bersumber dari visi Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap inisiatif ini dapat menghasilkan generasi emas pada tahun 2045. Ia menutup pernyataannya dengan, "Ini kan untuk adik-adik kita, adik-adik kita yang prasejahtera, harapannya inilah generasi emas kita nanti. Paling nggak di tahun 2045,".
Secara keseluruhan, Menteri Dody mengakui keterlambatan namun tetap berkomitmen pada target nasional. Ia menuntut transparansi dan berharap proyek dapat selesai tepat waktu sesuai rencana pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Berita Terbaru
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
