Dolar AmAs Tetap Unjuk Kuat, Listrik Rumah Tangga Tak Naik

Surya B. · 1 min baca · 2 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Dolar AmAs Tetap Unjuk Kuat, Listrik Rumah Tangga Tak Naik

Gambar atau konten salah?

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat semakin menguat, menembus Rp 18.000 per unit. Hal ini menambah tekanan pada biaya impor dan biaya listrik di Indonesia.

Di tengah situasi ini, Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA tidak akan naik.

“Kalau yang minyak, berkaitan minyak, kan pemerintah sudah memutuskan untuk minyak nggak melakukan kenaikan sampai akhir tahun. Nah mungkin untuk yang listrik ini, mungkin untuk yang sangat membutuhkan masyarakat yang kurang mampu dananya, ya jangan sampai naik lah,” ujar Tri saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta Pusat, 04 Juni 2026.

Tri juga menegaskan bahwa tidak ada rencana kenaikan tarif untuk pelanggan dengan daya 3.500 VA atau lebih. Ia menilai bahwa tarif tetap harus tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Belum, belum (ada pembahasan) lah ini,” ujarnya singkat.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mengevaluasi dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap biaya produksi dan distribusi listrik.

“Poinnya adalah seperti tambang tadi, evaluasi terhadap itu ya tentu pasti. Tapi apakah nanti naik atau tidak? Belum,” tegas Tri.

Dengan keputusan ini, pemerintah berharap tarif listrik tetap stabil meski nilai tukar rupiah melemah, menyeimbangkan kebutuhan energi dan daya beli masyarakat.

Nilai tukar dolarTarif listrikRupiahBiaya imporTri WinarnoMasyarakat berpenghasilan rendahKenaikan tarif

Komentar

Memuat komentar...