Dony Oskaria: Peta Hunian Vertikal Lima Kota Utama

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Dony Oskaria: Peta Hunian Vertikal Lima Kota Utama

Gambar atau konten salah?

Dony Oskaria, Kepala Badan Pengelola BUMN, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan hunian vertikal yang memanfaatkan aset negara. Ia mengungkapkan bahwa lima kota sedang dalam pemetaan, dan hasilnya nantinya akan diserahkan kepada Menteri PKP Maruarar Sirait.

Prioritas awalnya adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Selain itu, Dony menyebut bahwa pihaknya juga tengah memetakan pengembangan di Semarang serta kawasan penyangga Jakarta seperti Bogor, Tangerang, dan Banten.

Kita sedang mapping jumlahnya sesuai dengan permintaan dari Pak Menteri PKP. Itu di lima kota utama kita lakukan. Insyaallah mudah-mudahan Minggu depan itu sudah kita serahkan kepada Pak Menteri,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng, 05 April 2026.

Di kunjungan tersebut, Dony menjelaskan bahwa rumah susun yang dikelola oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, yang lahan miliknya Perumnas, merupakan contoh pembangunan rumah susun berbasis kolaborasi antara negara dan swasta.

Tadi kita lihat di sini tidak hanya perumahan, tapi ada sekolah, ada rumah sakit, ada rumah ibadah, kemudian juga ada tempat usaha. Sehingga ini dan juga yang paling penting adalah ada fasilitas sosial dan fasilitas umum untuk seluruh warga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa model ini akan diadopsi dalam pengembangan hunian selanjutnya untuk memenuhi program pemerintah tentang 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia.

Selama kunjungan, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi terhadap Rusun Cinta Kasih Tzu Chi, menilai proyek ini sebagai contoh ideal dalam pembangunan rumah susun berbasis ekosistem lengkap.

Saya mengapresiasi Rusun Cinta Kasih Tzu Chi ini sebagai percontohan yang ideal. Di sini tidak hanya ada hunian, tetapi juga ekosistem yang lengkap mulai dari fasilitas pendidikan dari TK hingga SMA/SMK, rumah sakit, taman bermain, hingga pujasera UMKM warga. Ini yang kita butuhkan, hunian yang terintegrasi dengan kehidupan dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Informasi tambahan: Rusun Cinta Kasih Tzu Chi dibangun pada tahun 2022 di atas tanah milik Perumnas seluas 5 hektare dengan total 1.100 unit hunian. Masyarakat yang tinggal di rusun tersebut hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 350 per bulannya.

Dengan langkah ini, pemerintah berupaya menciptakan hunian terintegrasi yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga layanan sosial dan ekonomi bagi warga. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi proyek hunian lainnya di masa depan.

Hunian VertikalRusun Cinta Kasih Tzu ChiBUMNEkosistem Lengkap3 Juta RumahPerumnasDony Oskaria

Komentar

Memuat komentar...