PT BTID Bermitra dengan Pemuda Enam Banjar di Festival Penjor
Gambar atau konten salah?
PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali bekerja sama dengan para pemuda dari enam banjar di Desa Serangan, Denpasar. Kerja sama ini diwujudkan lewat penyelenggaraan Festival Penjor 2026.
Zefri Alfaruqy, yang menjabat sebagai Kepala Departemen Komunikasi PT BTID, menjelaskan bahwa pihak perusahaan hadir untuk mendampingi masyarakat Desa Serangan. Bentuk dukungannya mencakup pembinaan untuk enam banjar, yaitu Banjar Dukuh, Banjar Peken, Banjar Ponjok, Banjar Kawan, dan Banjar Tengah.
Dalam kolaborasi ini, PT BTID mengambil peran sebagai mitra bagi para pemuda. Tugas mereka termasuk membantu memperluas jaringan, mengumpulkan dana, dan mempromosikan acara Festival Penjor.
"Kami sangat mengagumi bagaimana masyarakat Bali memuliakan kesucian momen Hari Raya Galungan dan Kuningan. Kami ingin komitmen kami dalam merangkul dan maju bersama muda-mudi di Desa Serangan, terus berjalan," ujar Zefri dalam pernyataan resminya pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurut Zefri, keterlibatan PT BTID dalam kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual. Di saat yang sama, ini juga menjadi apresiasi kepada generasi muda yang terus menjaga tradisi budaya Bali.
"Kami berharap agar sinergi dan semangat kolaborasi ini dapat terus menginspirasi para Yowana dalam menjaga keindahan tradisi budaya dan warisan leluhurnya dengan penuh kebanggaan," jelasnya.
Festival Penjor di Desa Serangan dijadwalkan berlangsung dari 22 hingga 25 Juni 2026. Penilaian terhadap penjor akan melibatkan budayawan dari Kesiman dan Ubud, serta Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.
Sementara itu, Audi yang bertindak sebagai Ketua Pelaksana Festival Penjor, mengungkapkan antusiasme yang tinggi dari para pemuda banjar untuk penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, semangat itu muncul karena rasa ingin tahu generasi muda terhadap budaya ngayah, nilai gotong royong, dan upaya menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.
"Semangat ngayah yang ditunjukkan selama proses persiapan menjadi nilai penting yang patut diapresiasi. Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan karya terbaiknya dalam Serangan Penjor Festival 2026, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan melestarikan warisan budaya leluhur," ungkap Audi.
Kolaborasi antara perusahaan dan pemuda desa ini menunjukkan bagaimana sektor swasta bisa berperan dalam pelestarian tradisi lokal. Dukungan yang diberikan tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga pembinaan dan perluasan jaringan, yang membantu generasi muda tetap terhubung dengan akar budayanya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
