Eceng Gondok dan Sampah Cemari Waduk Jangari

Bima J. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Eceng Gondok dan Sampah Cemari Waduk Jangari

Gambar atau konten salah?

Waduk Jangari yang terletak di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, kini menghadapi masalah serius. Hamparan eceng gondok dan tumpukan sampah memenuhi hampir seluruh permukaan waduk. Kondisi ini bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berdampak langsung pada dua sektor utama: pariwisata dan budidaya ikan air tawar.

Hendra Hendrawan, yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata atau Kompepar Jangari, menjelaskan bahwa pertumbuhan eceng gondok di waduk ini sudah sangat tidak terkendali. Tanaman air ini menyebar luas, mulai dari wilayah Kecamatan Mande hingga ke Kecamatan Ciranjang. "Paling banyak di dermaga pintu utama Jangari dan di kawasan Calincing Ciranjang," ujarnya pada Senin, 22 Juni 2026.

Yang membuat situasi semakin rumit, eceng gondok ini tumbuh subur sepanjang tahun tanpa peduli musim. Baik saat hujan deras maupun kemarau panjang, tanaman ini tetap berkembang biak dengan cepat. Akibatnya, sampah yang dibuang sembarangan dari sungai-sungai di hulu ikut terbawa arus dan akhirnya terperangkap di antara rimbunnya eceng gondok. "Mau musim hujan atau kemarau, eceng gondok tumbuh subur. Ditambah lagi bercampur dengan sampah," kata Hendra.

Dampak paling jelas sudah terlihat dari menurunnya jumlah wisatawan yang datang. Waduk Jangari yang sebenarnya merupakan bagian dari kawasan Cirata kehilangan daya tariknya. Hamparan hijau eceng gondok yang bercampur sampah tentu tidak lagi indah dipandang. Namun, masalahnya tidak berhenti di situ. Aktivitas budidaya ikan air tawar juga ikut terganggu. Perahu-perahu yang biasa dipakai untuk mengangkut pakan ikan atau hasil panen kini kesulitan bergerak karena jalurnya tersumbat.

Hendra menambahkan, kondisi ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup ikan budidaya. "Tentu ini berdampak. Apalagi untuk budidaya ikan. Oksigen menipis untuk ikan. Ditambah lagi bisa berpotensi menimbulkan upwelling dan berimbas ke matinya ikan budidaya," jelasnya. Upwelling adalah fenomena naiknya air dari dasar yang bisa membawa zat berbahaya dan membuat ikan kekurangan oksigen.

Menurut Hendra, solusi jangka pendek saja tidak cukup. Pembersihan harus dilakukan secara rutin dan berkala. "Kalau cuma sekali tentu tidak akan membuat keberadaan eceng gondok terkendali, harus rutin dibersihkan," tegasnya.

Masalah eceng gondok dan sampah di Waduk Jangari sebenarnya bukan cerita baru. Namun, jika tidak segera ditangani secara serius, dampaknya bisa semakin meluas—bukan hanya merusak pemandangan, tapi juga mengancam mata pencaharian para pembudidaya ikan dan pelaku wisata lokal.

eceng gondoksampahwaduk jangaripariwisatabudidaya ikanpembersihanoksigen

Komentar

Memuat komentar...