FSGI Temukan Gangguan Sistem dan Kecurangan di SPMB Sekolah Maung
Gambar atau konten salah?
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) kembali melakukan pengawasan terhadap proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Jawa Barat. Fokus utama pengawasan kali ini adalah pada sekolah baru bernama Sekolah Maung.
Sekolah Maung, yang merupakan singkatan dari Sekolah Manusia Unggul, dirancang untuk menampung siswa-siswa terbaik dari setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat. Program ini merupakan inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan mulai berjalan pada tahun 2026. Secara total, akan ada 41 Sekolah Maung yang terdiri dari 28 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 13 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Untuk bisa masuk ke sekolah ini, calon siswa baru diwajibkan mendaftar melalui jalur SPMB khusus, yaitu SPMB Sekolah Maung 2026. Pengumuman hasil seleksi telah dilakukan pada tanggal 8 Juni 2026, dengan total kuota yang tersedia sebanyak 18.272 tempat.
Meskipun begitu, FSGI menemukan sejumlah masalah dalam pelaksanaan SPMB Maung 2026. Beberapa di antaranya adalah gangguan pada sistem dan dugaan pengurangan nilai secara tidak wajar. Berikut adalah temuan-temuan FSGI berdasarkan pantauan mereka:
- Kendala Sistem
FSGI melaporkan bahwa laman resmi SPMB sempat tidak bisa diakses oleh pendaftar. Lebih parah lagi, data pendaftar dilaporkan hilang, sehingga menyulitkan para peserta dalam proses pendaftaran. - Dugaan Pengurangan Skor
Sejumlah orang tua mengeluhkan bahwa nilai atau skor anak mereka tiba-tiba berkurang tanpa penjelasan yang jelas. Hal ini memunculkan kecurigaan akan adanya praktik curang dalam proses seleksi. "Skor seleksi atau nilai anak mereka berkurang secara tiba-tiba tanpa kejelasan, yang menimbulkan kecurigaan adanya kecurangan," demikian pernyataan resmi FSGI yang dikutip pada Senin, 22 Juni 2026. - PCMB Tidak Transparan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkenalkan tahap baru bernama Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Tahap ini bertujuan untuk mendata potensi siswa dan memetakan lulusan SMP/MTs ke sekolah pilihan mereka. Namun, tahap ini justru menuai polemik karena dinilai kacau dan tidak transparan oleh banyak pihak. - Orang Tua Protes ke Kantor Dinas Pendidikan
Ratusan orang tua yang merasa dirugikan langsung mendatangi kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar). Mereka menuntut transparansi dalam proses seleksi. Selain itu, mereka juga melaporkan dugaan maladministrasi ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Barat. - Sistem Belum Matang
Menurut FSGI, DPRD Jawa Barat juga ikut menyoroti sistem SPMB yang digunakan. Mereka menilai bahwa sistem tersebut sejak awal memang belum matang dan siap untuk digunakan secara luas.
Secara keseluruhan, temuan-temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Sekolah Maung bertujuan untuk menjaring siswa unggulan, pelaksanaan seleksinya masih menghadapi banyak masalah. Mulai dari gangguan teknis hingga dugaan ketidakadilan, semua ini menjadi sorotan utama bagi FSGI dan para orang tua siswa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
