Elon Musk dan Tim Cook Bersama Trump Kunjungi China
Gambar atau konten salah?
Para eksekutif papan atas di perusahaan raksasa teknologi dan keuangan, termasuk Elon Musk dari Tesla dan Tim Cook dari Apple, dilaporkan akan mendampingi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kunjungannya ke China.
Delegasi ini diperkirakan mencakup tokoh-tokoh terkemuka seperti David Solomon dari Goldman Sachs Group, Stephen Schwarzman dari Blackstone, Larry Fink dari BlackRock, Jane Fraser dari Citi, dan Dina Powell McCormick dari Meta Platforms.
Musk dan pemimpin bisnis lainnya memiliki kepentingan bisnis besar di China.
Kunjungan ini diharapkan membuka jalan bagi serangkaian kesepakatan perdagangan dan perjanjian pembelian dengan Beijing.
Pertemuan tingkat tinggi akan berlangsung di KTT antara Presiden AS dan Presiden China, Xi Jinping.
Diskusi kemungkinan akan berfokus pada perdagangan, kecerdasan buatan (AI), kontrol ekspor, Taiwan, dan perang di Iran.
Isu perang diperkirakan menjadi topik utama, mengingat China adalah pembeli minyak terbesar Iran.
Trump meminta Beijing membantu AS membuka kembali Selat Hormuz.
CEO Nvidia, Jensen Huang, tidak akan hadir. Minggu lalu, Huang mengatakan kepada CNBC bahwa ia akan bergabung jika diundang.
China menyatakan kunjungan akan berlangsung 13 Mei 2024 hingga 15 Mei 2024.
\"Saya rasa sangat penting untuk melihat adanya keterlibatan dialog antara kedua negara adidaya ekonomi tersebut. Kita semua membutuhkan terjadinya keterlibatan itu,\" kata Fraser dari Citigroup.
- Apple (Tim Cook)
- Blackrock (Larry Fink)
- Blackstone (Stephen Schwarzman)
- Boeing (Kelly Ortberg)
- Cargill (Brian Sikes)
- Citi (Jane Fraser)
- Cisco (Chuck Robbins)
- Coherent (Jim Anderson)
- GE Aerospace (H Lawrence Culp)
- Goldman Sachs (David Solomon)
- Illumina (Jacob Thaysen)
- Mastercard (Michael Miebach)
- Meta (Dina Powell McCormick)
- Micron (Sanjay Mehrotra)
- Qualcomm (Cristiano Amon)
- Tesla/SpaceX (Elon Musk)
- Visa (Ryan McInerney)
Kunjungan ini menandai upaya kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik, dengan dukungan perusahaan besar di AS.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
