Elpiji Subsidi Cianjur Habis, Warga Pakai Kayu Bakar

Guntur P. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 35 dibaca
Bisik.id
Elpiji Subsidi Cianjur Habis, Warga Pakai Kayu Bakar

Gambar atau konten salah?

Elpiji 3 kilogram bersubsidi di wilayah selatan Kabupaten Cianjur sudah jarang ditemukan. Warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak, termasuk persiapan hidangan Lebaran Idul Fitri 2026.

Rusmana, 31 tahun, warga Kecamatan Sindangbarang, mengaku elpiji bersubsidi “hilang dari pasaran sejak tiga hari lalu.” Ia menambahkan bahwa stok di warung dan pangkalan sudah kosong sejak 20 Maret 2026.

Karena itu, warga memilih menggunakan tungku dan kayu bakar untuk sahur dan berbuka. Kayu diambil dari kebun atau hutan terdekat. Jika tidak, mereka tidak bisa memasak.

Rusmana menyerukan agar pasokan elpiji ditambah, terutama menjelang Lebaran. “Susah mau masak buat Lebaran besok. Harusnya diantisipasi penambahan stok dari awal,” ujarnya.

Ilham Hendrayana, 40 tahun, warga Kecamatan Leles, mengonfirmasi kondisi serupa. Ia berpendapat bahwa elpiji bersubsidi di wilayahnya juga menghilang dari peredaran. Sebagian warga beralih menggunakan kayu bakar, sementara yang lain mencari di warung desa atau kecamatan lain.

Ilham menambah bahwa beberapa warga harus pergi jauh ke Agrabinta untuk mencari gas 3 kilogram. Harga yang ada biasanya Rp 21 ribu per tabung, namun dapat naik menjadi Rp 26 ribu. Kondisi ini membuat persiapan Lebaran semakin sulit.

  • Warga pakai kayu bakar untuk memasak.
  • Harga gas 3 kilo meningkat, mempersulit persiapan Lebaran.

Ringkasan: Elpiji 3 kilogram bersubsidi di selatan Cianjur mengalami kekurangan, memaksa warga kembali menggunakan kayu bakar. Harga gas naik drastis, menambah kesulitan persiapan Lebaran Idul Fitri 2026.

Elpiji 3 kg bersubsidiKelangkaan elpijiCianjurLebaran Idul Fitri 2026Kayu bakarHarga gas naikPasokan gas

Komentar

Memuat komentar...