Enam Jus Buah yang Bantu Turunkan Kolesterol Jahat
Gambar atau konten salah?
Kolesterol tinggi seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas, namun bila dibiarkan dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung dan stroke. Menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan mengonsumsi minuman sehat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengontrol kadar kolesterol dalam darah.
Berbagai jus buah mengandung nutrisi yang berpotensi menurunkan Low‑Density Lipoprotein (kolesterol jahat) sekaligus meningkatkan High‑Density Lipoprotein (kolesterol baik). Berikut enam jus yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat:
Jus delima dikenal dengan warna merahnya yang pekat. Menurut ahli gizi Karman Meyer, RDN dalam sebuah tinjauan ilmiah, mengonsumsi buah delima dikaitkan dengan penurunan trigleserida dan kadar Low‑Density Lipoprotein, sekaligus meningkatkan High‑Density Lipoprotein. “Jus delima kaya akan polifenol, antioksidan kuat yang membantu melindungi kolesterol LDL dari kerusakan oksidatif, yang merupakan langkah kunci dalam pembentukan plak,” kata Karman. Ia menekankan bahwa jus delima bukanlah pengganti obat, melainkan bagian dari pola makan yang menyehatkan jantung.
Jus tomat kaya akan senyawa likopen yang dapat memperbaiki kadar lipid dan mengurangi kolesterol LDL. Penelitian menunjukkan bahwa mengolah tomat menjadi jus meningkatkan bioavailabilitas likopennya. Selain likopen, jus tomat juga mengandung serat dan niasin yang menurunkan kolesterol.
Jus nanas mengandung enzim bromelain dan antioksidan lain yang mendukung kadar kolesterol sehat. Enzim ini dapat memecah endapan kolesterol yang berkontribusi pada pembentukan plak di arteri. Sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa mengonsumsi nanas setiap hari memperbaiki profil lipid. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan.
Jus blueberry mengandung antioksidan kuat dan serat larut bernama pektin yang dapat membantu mengurangi kolesterol LDL. Penelitian mengidentifikasi antosianin dan polifenol sebagai antioksidan yang terbukti memperbaiki kadar kolesterol dan profil lipid, sehingga dapat membantu mencegah dan mengelola penyakit jantung.
Jus cranberry mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan HDL dan berpotensi menurunkan kadar kolesterol LDL. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa mengonsumsi 2‑3 porsi jus cranberry setiap hari dapat secara signifikan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Namun, bukti lebih banyak pada manusia masih diperlukan.
Jus bit mengandung pigmen betanin, yang memberi warna ungu pekat pada buah ini. Penelitian menunjukkan bahwa betanin beserta flavonoid antioksidan dapat menurunkan kolesterol LDL sekaligus meningkatkan kolesterol HDL. Menurut National Health Service UK, secara umum disarankan membatasi asupan jus 150 ml dalam sehari. Untuk memaksimalkan manfaat jus, berikut beberapa tips:
- Pilih jus buah 100 % tanpa tambahan gula atau pertimbangkan membuat sendiri di rumah.
- Minum jus sebagai pelengkap diet seimbang, bukan pengganti asupan buah dan sayuran utuh.
- Barengin konsumsi jus dengan makanan atau camilan seimbang yang mencakup protein, serat, dan lemak sehat bila memungkinkan.
Kolesterol tinggi dapat dialami siapa saja, bahkan orang muda. Jika tidak dikontrol, kolesterol dapat memicu penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung hingga stroke. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD‑KGEH, pergeseran gaya hidup modern menjadi salah satu faktor utama. “Pemicu kolesterol tinggi itu banyak ya. Bisa karena genetik atau keturunan, kegemukan, pola makan yang tidak baik, hingga kurang olahraga,” kata dr Aru ketika dihubungi beberapa waktu lalu. Ia menambahkan bahwa junk food, jeroan, dan daging merah menjadi pemicu peningkatan kolesterol. Anak muda, terutama yang bekerja di kantor dengan waktu kerja ketat, sering mengonsumsi makanan tersebut tanpa memperhatikan porsi dan tidak diimbangi dengan olahraga.
Dengan memahami faktor pemicu dan memanfaatkan jus buah yang kaya nutrisi, seseorang dapat menurunkan kolesterol jahat secara alami. Menggabungkan jus dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pengawasan medis dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mencegah komplikasi serius.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kemenkes Luncurkan Cek Hati Gratis untuk Deteksi Fatty Liver
Kopi Manis Jakarta: Gula dan Lemak Memperburuk Hati
Mengenang Otak: Mengapa Melupakan Lebih Penting Bawah Sadar
Ivan Fahrurozi: Kembali Normal Setelah Transplantasi
5 Kasus Mpox Baru Terkait Sauna Hutong, Hong Kong Menangani
Menteri Kesehatan: BPJS Tidak Naik Iuran, Dana 20 Triliun
Berita Terbaru
Mi Instan: Beban Sodium dan Risiko Metabolik pada Konsumen
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Temuan Kepingan Emas di Candi Losari, Fokus Eksplorasi Baru
Piala Dunia 2026 Meksiko: Brazil Siap Hadapi Grup C
Semifinal AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia 0-0
XLSmart: Jembatan Integrasi Tujuh Pilar Digital Indonesia
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
