Fadli Zon: Ziarah Gunung Kawi Tradisi Lama

Dwi H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Fadli Zon: Ziarah Gunung Kawi Tradisi Lama

Gambar atau konten salah?

Belakangan ini, tradisi berziarah ke Gunung Kawi di Jawa Timur ramai dibicarakan. Menteri Kebudayaan Fadli Zon angkat bicara. Ia menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari tradisi dan budaya lama yang sudah ada sejak dulu.

"Gunung Kawi ya, itu kan kita keberagaman kita di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi dan di berbagai tempat, itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama," ujar Fadli pada Selasa, 07 Juli 2026. Ia menambahkan, "Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, dan tidak mengganggu dan tidak merusak, tentu itu kita anggap sebagai realitas kehidupan kita."

Perbincangan soal ziarah di Gunung Kawi muncul setelah beredar konten di media sosial. Konten itu mengaitkan praktik ziarah tersebut dengan upaya pesugihan atau mencari kekayaan secara instan.

Pesarean Gunung Kawi sendiri berada di Kabupaten Malang. Tempat itu adalah makam dari dua tokoh: Raden Mas Soeryo Koesoemo atau Kiai Zakaria II, yang juga dikenal sebagai Eyang Djoego, dan Raden Mas Iman Soedjono.

Kompleks makam ini sering dikunjungi banyak orang. Bukan hanya saat hari biasa, tetapi juga pada perayaan Tahun Baru Hijriah. Setiap tanggal 1 Muharam—yang juga disebut 1 Syuro—ada prosesi khusus di lingkungan Pesarean Gunung Kawi. Prosesi itu meliputi kirab warga dan tabur bunga.

Fadli Zon menekankan bahwa tradisi semacam ini adalah bagian dari realitas kehidupan masyarakat. Selama tidak merusak dan mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga sekitar, ia menganggapnya sebagai hal yang wajar. Perdebatan di media sosial tidak mengubah kenyataan bahwa ziarah ke Gunung Kawi sudah menjadi praktik turun-temurun yang dijalani banyak orang.

ziarah gunung kawitradisi budayaFadli Zonekonomi budayapesarean gunung kawi

Komentar

Memuat komentar...