Fotografer KBS Uut: Siap Abadikan Momen Murah, Harga Terjangkau
Gambar atau konten salah?
Uut (44) berdiri di depan kamera di Kebun Binatang Surabaya (KBS) sejak pagi hingga sore, menunggu pengunjung. Ia menawarkan jasa foto mulai Rp 10 ribu.
Ia sudah bekerja di KBS selama tiga tahun, namun minatnya pada fotografi sudah lama berkembang. Ia memulai sebagai fotografer di sana pada tahun 2023, setelah mencoba berbagai pekerjaan lain.
"Kalau fotografer (di KBS) masih 3 tahun. Cuma berkecimpung di dunia fotografi sudah lama," ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Awalnya, Uut bekerja di bidang marketing. Ia mengingat, "Awalnya di marketing dulu. Sampai gimana caranya bisa kerja gitu," kenangnya.
Ketertarikan pada fotografi muncul ketika ia melewati lokasi kerja fotografer lain. Ia merasa tertantang, "Kok orang-orang bisa ya gitu (jadi fotografer). Berarti aku juga harus bisa," katanya.
Tanpa pendidikan formal, ia belajar secara otodidak. Ia memotret sendiri, lalu meminta masukan dari teman. "Kalau menurut kita kurang bagus nanti ditunjukin ke teman. Gimana ini kurang apa," ungkapnya.
Di balik proses belajar, kehidupan pribadi Uut tidak mudah. Ia harus menghadapi perpisahan dari suami saat anak-anak masih kecil, memaksa ia mencari cara bertahan.
Selama pandemi COVID-19, ia sempat berjualan di kawasan Unesa Wiyung. Lockdown menghentikan penghasilannya, sehingga ia mencari pekerjaan lain. "Terus selama-kelamaan di sana kan waktu Corona itu kena lockdown. Jadi gimana caranya saya bertahan hidup sama anak-anak tuh. Ya, cari inspirasi kerjaan lain. Kok akhirnya cocok sampai sekarang gitu," tuturnya.
Hari ini, ia bekerja hingga pukul 16.00 atau 17.00 WIB. Selain di KBS, ia juga mengambil pekerjaan di acara kampus seperti wisuda. Pendapatannya tidak menentu, tergantung hari.
Selama libur panjang, pelanggan ramai dan penghasilan meningkat. Namun pada hari biasa, ia harus berjuang keras. "Kalau libur panjang sih ramai-ramai saja ya. Cuman pas kalau hari-hari biasa ya kembali setelan awal," katanya.
Ia menekankan pentingnya interaksi dengan pelanggan. "Ya kita harus bisa bicara bagus sama customer, bisa murah senyum lah, bisa menghibur," tuturnya.
Tarifnya terjangkau, mulai Rp 10.000 hingga Rp 20.000 tergantung ukuran cetakan. Pelanggan juga menerima file foto. Ia memberi kebebasan memilih hasil terbaik tanpa paksaan. "Kita foto berulang kali itu cuma buat pilihan saja. Jadi seandainya kakaknya pengin ngambil satu ya boleh, terserah mana yang disuka. Kita enggak pernah maksa," jelasnya.
Jumlah pelanggan tak dapat diprediksi, semua bergantung pada kondisi hari itu dan rezeki. "Enggak menentukan saya kalau masalah customer, dapatnya itu enggak bisa diprediksi," pungkasnya. Uut tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik, menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah-ubah.
Uut menunjukkan bahwa ketekunan, belajar mandiri, dan fleksibilitas dapat membantu seseorang bertahan di bidang kreatif meski menghadapi tantangan ekonomi dan pribadi. Ia tetap melayani pengunjung KBS dengan senyum, menyalurkan passionnya ke setiap jepretan.
Setiap jepretan menjadi bukti semangatnya di setiap kesempatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polrestabes Tutup Jalan Malam 1 Suro untuk Acara Silat
Presiden Megawati Kunjungi Blitar, 654 Personel Siap Amankan
Polres Lamongan Razia Knalpot Brong: 85 Kendaraan Ditilang
Pertamax Naik ke Rp 16.250 per Liter, Kenaikan Terhindarkan
Polisi Berhentikan Balap Liar Pasuruan, 3 Suspek Ditangkap
Tol Prosiwangi Target Operasional Akhir 2026 Sebelum Juli
Berita Terbaru
Polda Sumsel Gelar Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Bersama Polri
Garasi Motor Sampah di Trotoar Jalan Ambon Jadi Sorotan Bandung
USA Juara Grup D Piala Dunia 2026, Australia di Posisi Kedua
Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Indonesia Juni 2026
MotoGP 2026: Balapan Indonesia di Mandalika Mulai Oktober
Minuman Probiotik Gula Tinggi: Keseimbangan Usus vs Diabetes
Harga Makanan Stadion Piala Dunia 2026 Menghebohkan Ratusan Ribu Rupiah
