G20 EMPOWER Soroti Hambatan Perempuan dalam Ekonomi UMKM

Fajar H. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
G20 EMPOWER Soroti Hambatan Perempuan dalam Ekonomi UMKM

Gambar atau konten salah?

Aliansi G20 EMPOWER menekankan adanya berbagai hambatan yang dihadapi perempuan dalam kegiatan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beberapa hambatan ini mencakup kesulitan dalam mengakses pembiayaan, kurangnya keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan, serta terbatasnya akses ke ekonomi digital dan pasar. Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan peringatan International Women's Day (IWD) pada tanggal 8 Maret 2026.

Rinawati Prihatiningsih, Co-Chair G20 EMPOWER Indonesia, menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. "Aliansi G20 EMPOWER menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan jejaring Advocates global dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan," ujarnya pada hari Minggu.

G20 EMPOWER adalah aliansi yang menghubungkan pemerintah dan sektor bisnis untuk mempercepat implementasi kebijakan yang mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan. Sejak diluncurkan pada tahun 2019, aliansi ini telah berusaha mendorong kepemimpinan perempuan, kewirausahaan, dan penguatan ekosistem usaha yang lebih inklusif.

Pada Presidensi Indonesia di G20 tahun 2022, perempuan pengusaha dan pelaku UMKM mulai diperhatikan sebagai bagian dari penggerak pertumbuhan ekonomi. Hal ini dilakukan melalui berbagai inisiatif, seperti Best Practice Playbook dan Showcase Women-Led Businesses. Di bawah Presidensi Afrika Selatan, G20 EMPOWER mengusung tema "UHURU - Women Building Sustainable Income and Financial Independence," yang mencakup fokus pada kepemimpinan perempuan, penguatan usaha milik perempuan, dan perluasan inklusi digital.

Rinawati juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam ekonomi global. Komunike 2025 menunjukkan adanya kesenjangan pembiayaan yang signifikan bagi usaha perempuan serta rendahnya representasi perempuan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, G20 EMPOWER mendorong beberapa langkah tindak lanjut, seperti pengaktifan Digital G20 EMPOWER Best Practice Playbook Portal dan pengembangan jaringan advokasi global.

Di Indonesia, momentum IWD 2026 dianggap sebagai kesempatan untuk memperkuat agenda pemberdayaan perempuan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Kerja sama ini meliputi pengarusutamaan gender, peningkatan kebijakan pendidikan, kewirausahaan, dan kepemimpinan ekonomi perempuan.

Rinawati juga menyebutkan bahwa G20 EMPOWER mendorong berbagai inisiatif lain, seperti #SheMovesEnergy dan kolaborasi dengan IWAPI untuk meningkatkan literasi digital dan kepemimpinan perempuan. Di tingkat global, G20 EMPOWER mengusulkan Rencana Keberlanjutan Lima Tahun dan penyempurnaan Terms of Reference agar aliansi ini dapat terus berjalan hingga tahun 2030.

Rinawati menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama lintas sektor guna memenuhi kebutuhan perempuan, termasuk pelaku UMKM. Kemitraan ini dapat mencakup penguatan UMKM, literasi digital, dan pembinaan bakat perempuan masa depan. Ia menilai pentingnya penguatan sistem di berbagai aspek, seperti data, monitoring, kebijakan, dan pembiayaan, agar program pemberdayaan perempuan dapat berkelanjutan.

Yessie D. Yosetya, Chair G20 EMPOWER Indonesia, menegaskan bahwa peringatan IWD 2026 harus menjadi momen untuk memperkuat komitmen pemberdayaan ekonomi perempuan. "Yang dibutuhkan sekarang adalah kolaborasi yang lebih kuat, implementasi yang lebih terukur, dan keberanian untuk membangun ekosistem yang benar-benar membuka akses bagi perempuan terhadap kepemimpinan, pembiayaan, inovasi, dan pasar," tutupnya.

Perhatian terhadap pemberdayaan perempuan dalam ekonomi menjadi semakin penting. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan berbagai pihak lainnya, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi perempuan, terutama dalam bidang kewirausahaan dan kepemimpinan. Upaya ini tidak hanya memberikan peluang saat ini, tetapi juga menciptakan dampak yang berkelanjutan untuk masa depan.

pemberdayaan perempuanekonomi digitalUMKMG20 EMPOWERkewirausahaankolaborasiakses pembiayaanketerwakilan perempuan

Komentar

Memuat komentar...