UI, IPB, Unpad Masuk 100 Besar Kampus Berkelanjutan Dunia
Gambar atau konten salah?
Lembaga pemeringkat internasional, Times Higher Education (THE), baru saja merilis daftar universitas terbaik dunia edisi 2026. Kali ini, penilaiannya unik. Bukan sekadar soal riset atau reputasi akademik semata. THE mengukur seberapa besar kontribusi kampus-kampus tersebut terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang digagas Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Totalnya, ada 1.646 universitas dari 116 negara yang dinilai dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026. Angka ini cukup besar. Mereka tidak dinilai asal-asalan. Ada empat pilar utama yang jadi acuan.
Pertama, penelitian. Ini yang paling klasik. Universitas dianggap bisa berkontribusi pada SDGs lewat riset-riset yang relevan dengan isu-isu global. Kedua, pengelolaan. Kampus bukan cuma gedung dan laboratorium. Mereka juga mengelola sumber daya manusia—dosen, staf, mahasiswa. Cara mereka mengelola semua itu ikut dinilai.
Ketiga, jangkauan. Universitas tidak boleh eksklusif. Mereka harus bekerja dengan komunitas, dari tingkat lokal sampai internasional. Keempat, pengajaran. Ini soal bagaimana kampus mencetak lulusan yang paham keberlanjutan. Bukan hanya ahli di bidangnya, tapi juga sadar akan isu lingkungan dan sosial.
Dari hasil pemeringkatan itu, beberapa universitas di Jawa Barat berhasil masuk daftar. Berikut urutannya berdasarkan skor total dan peringkat global:
- Universitas Indonesia — peringkat global 31, skor total 94.
- IPB University — peringkat global 62, skor total 91,6.
- Universitas Padjadjaran — peringkat global 100, skor total 89,3.
- Institut Teknologi Bandung — peringkat global 201-300, skor total 77,5-82,2.
- Telkom University — peringkat global 301-400, skor total 73,9-77,4.
- Universitas Pendidikan Indonesia — peringkat global 601-800, skor total 60,7-66,1.
- Universitas Kristen Maranatha — peringkat global 1.001-1.500, skor total 33,1-53,6.
- Universitas Nusa Putra — peringkat global 1.001-1.500, skor total 33,1-53,6.
- Universitas Katolik Parahyangan — peringkat global 1.001-1.500, skor total 33,1-53,6.
- Universitas Islam Bandung — peringkat global 1.001-1.500, skor total 33,1-53,6.
Skor yang diberikan THE ini didasarkan pada 17 tujuan SDGs. Mulai dari pengentasan kemiskinan (SDG 1), pengentasan kelaparan (SDG 2), kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), pendidikan berkualitas (SDG 4), kesetaraan gender (SDG 5), air bersih dan sanitasi (SDG 6), energi bersih dan terjangkau (SDG 7), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG 9), pengurangan kesenjangan (SDG 10), kota dan komunitas berkelanjutan (SDG 11), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), penanganan perubahan iklim (SDG 13), ekosistem laut (SDG 14), ekosistem darat (SDG 15), perdamaian, keadilan, dan institusi yang kuat (SDG 16), hingga kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17).
Yang menarik, dari sepuluh kampus di Jawa Barat yang masuk daftar, tiga besar dikuasai oleh universitas yang berbasis di Bogor dan Bandung. UI, IPB, dan Unpad menduduki peringkat global yang cukup mentereng. Sementara itu, tujuh kampus lainnya berada di peringkat yang lebih rendah. Ada yang masuk rentang 301-400, 601-800, bahkan 1.001-1.500.
Peringkat ini tidak hanya soal gengsi. Ini menunjukkan bahwa kampus-kampus di Jawa Barat, setidaknya yang masuk daftar, sudah mulai serius mengintegrasikan isu keberlanjutan ke dalam kegiatan mereka. Baik lewat riset, pengelolaan kampus, pengajaran, maupun kerja sama dengan masyarakat. Tentu saja, masih ada celah besar untuk perbaikan, terutama bagi kampus-kampus yang skornya masih di bawah 60.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mahasiswa UTB Temukan Celah Keamanan AI, Raup Rp66 Juta
60 Ribu Camaba Tak Daftar Ulang, DPR Minta Evaluasi
60.000 Calon Mahasiswa PTN Tak Daftar Ulang, Ini Kata DPR
USU Buka Pendaftaran Mandiri Hingga 12 Juli 2026
Trainer Senior Kalah Tender, Sertifikasi BNSP Jadi Keharusan
Dulu Gembala Kuda, Kini Lulusan Top Australia-AS
Berita Terbaru
UI, IPB, Unpad Masuk 100 Besar Kampus Berkelanjutan Dunia
Regulasi Tembakau Ketat, 6 Juta Pekerja Terancam PHK
OJK Denda Rp86 Miliar kepada 100 Pihak di Pasar Modal
OJK: Sektor Keuangan Stabil Meski Risiko Global Mengintai
Dana Santunan Akta Kematian Karangasem Habis
Pelukan Yamal untuk Ronaldo Usai Laga
