Gagal Ginjal Meningkat di Usia Muda: Pola Hidup Berperan
Gambar atau konten salah?
Gagal ginjal dulu dianggap masalah yang hanya dialami orang tua. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kasus kerusakan ginjal semakin sering muncul pada orang muda dan produktif. Para pakar menilai bahwa perubahan pola hidup yang tidak sehat menjadi penyebab utama.
Menurut dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, gagal ginjal pada usia muda biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor yang saling memengaruhi. “Umumnya tidak ada penyebab tunggal. Penyakit ini proses berjalannya lama tapi progresif,” ujarnya.
Berikut lima kebiasaan sehari‑hari yang dapat mempercepat kerusakan ginjal sejak dini. Berikutnya:
-
Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam
Asupan garam berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi, yang menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis. National Kidney Foundation menyatakan bahwa kandungan natrium yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah dalam tubuh.
dr. Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, ketua PERNEFRI, mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan tinggi garam, termasuk camilan asin yang sering dikonsumsi setiap hari. “Ngemil makanan asin jelas mengandung garam yang tinggi. Garam itu meningkatkan hipertensi, kalau tidak terkendali itu risikonya (gagal ginjal, red) meningkat jadi harus dikurangi ya,” kata dr. Pringgo.
-
Kurang Bergerak atau Malas Beraktivitas
Gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik juga menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai. Kurangnya aktivitas dapat memicu berbagai penyakit metabolik seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes yang berhubungan erat dengan gangguan ginjal.
Menurut dr. Pringgo, kebiasaan menggunakan kendaraan untuk aktivitas jarak dekat sekalipun dapat mengurangi aktivitas fisik harian yang dibutuhkan tubuh. “Misal ke toko dekat rumah saja pakai kendaraan ya, jadi kurangnya aktivitas fisik itu bisa mengganggu fungsi ginjal,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan orang dewasa usia 18 hingga 64 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per minggu, seperti berjalan cepat. Alternatif lainnya adalah aktivitas berat selama 75 hingga 150 menit per minggu, seperti berlari. Selain itu, latihan penguatan otot dan tulang, seperti push‑up, sit‑up, atau plank, disarankan dilakukan setidaknya dua kali dalam seminggu.
-
Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Olahan
Makanan olahan atau ultra processed food juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit ginjal. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2022 menemukan bahwa individu yang sering mengonsumsi makanan olahan memiliki risiko penyakit ginjal sekitar 24 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Jenis makanan ini umumnya mengandung kadar gula tambahan, natrium, lemak tidak sehat, serta berbagai zat aditif dalam jumlah tinggi. Sebaliknya, kandungan serat dan nutrisi penting lainnya relatif rendah. Konsumsi gula berlebihan juga dapat memicu obesitas dan tekanan darah tinggi yang menjadi faktor utama terjadinya gangguan ginjal.
-
Kurang Minum Air Putih
Mencukupi kebutuhan cairan merupakan salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan ginjal. Kurangnya asupan air dapat mengganggu kemampuan ginjal dalam menyaring limbah dan racun dari dalam tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, peradangan, hingga pembentukan batu ginjal.
“Biasanya bertahap gejalanya dan melalui penyakit yang lain misalnya jadi risiko infeksi berulang karena kekurangan cairan, salurannya berisiko infeksi. Kemudian ada batu ginjal karena kekurangan cairan jadi zat‑zat pembentuk batu tinggi sehingga terjadi batu ginjal itu melalui hal tersebut,” ujar dr. Pringgo.
Secara umum, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar dua liter atau delapan gelas air putih per hari. Namun, kebutuhan cairan dapat berbeda pada setiap individu tergantung aktivitas dan kondisi kesehatannya.
-
Kurang Tidur
Tidur yang cukup dan berkualitas juga berperan penting dalam menjaga fungsi ginjal. Selama tidur, tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan, termasuk mengatur fungsi organ dan sistem metabolisme. Ginjal sendiri bekerja mengikuti ritme sirkadian atau siklus tidur dan bangun yang berlangsung selama 24 jam.
Karena itu, kebiasaan begadang atau kurang tidur dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan ginjal dan organ tubuh lainnya. Mengutip Mayo Clinic, orang dewasa disarankan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam untuk menjaga kesehatan secara optimal.
Menjaga kesehatan ginjal tidak harus dilakukan dengan langkah yang rumit. Membatasi konsumsi garam, rutin berolahraga, mengurangi makanan olahan, mencukupi kebutuhan cairan, dan tidur yang cukup merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu menurunkan risiko gagal ginjal sejak usia muda.
Dengan memahami dan mengubah kebiasaan sehari‑hari, kita dapat melindungi ginjal dan mengurangi kemungkinan terkena penyakit kronis di masa depan. Kesehatan ginjal, yang sering terabaikan, menjadi kunci penting bagi kualitas hidup jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Golongan Darah O Tertinggi Usia, Studi Kasus Global Riset
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia Setelah IPO SpaceX
Cuaca Bandung 17 Juni: Suka Sejuk ke Hangat, Langit Cerah
Krisis Air Cimahi: Musim Kemarau & Penurunan Air Tanah
Nayan Project: Deteksi Buta Warna Anak Sekolah di Bandung
Video Warga Tarik Brankar Rina di Gang Sempit Stasiun
Berita Terbaru
Teh Pucuk Harum Less Sugar Berlogo Pilihan Lebih Sehat
Cara Mudah Membuat Cold Brew Kopi di Rumah Langkah Praktis
Film Supergirl Hadir 24 Juni 2026: Milly Alcock Memimpin
Cek Status PIP Online: Siswa Lihat Pencairan Sekarang
Kemenkeu Buka Silo, Perbaiki Kerja Sama Bea & Pajak
Galungan & Kuningan 2026: Hari Raya Penuh Harapan
Umat Islam Rayakan Tahun Baru Hijriah 1 Januari 2026