Gelombang Panas AS Ganggu Piala Dunia dan 4 Juli

Eko P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Gelombang Panas AS Ganggu Piala Dunia dan 4 Juli

Gambar atau konten salah?

Gelombang panas ekstrem tengah menyelimuti sebagian besar wilayah Amerika Serikat pekan ini. Kondisi ini membuat berbagai aktivitas harian hingga acara besar terganggu. Mulai dari perayaan Hari Kemerdekaan AS hingga pertandingan Piala Dunia 2026 ikut terdampak.

Peneliti mengatakan cuaca panas yang terjadi saat ini terkait erat dengan perubahan iklim. Analisis dari World Weather Attribution (WWA) menunjukkan gelombang panas yang melanda wilayah tengah dan timur AS serta sebagian selatan Kanada dipicu oleh fenomena yang disebut 'heat dome' atau kubah panas. Fenomena ini tergolong langka dan diperkirakan hanya terjadi sekali dalam 200 tahun. Namun, peristiwa tersebut tidak akan terjadi tanpa kenaikan suhu bumi sekitar 1,4 derajat Celsius akibat emisi gas rumah kaca.

"Iklim yang menerpa AS saat ini pada dasarnya sangat berbeda dibandingkan ketika para pendiri AS menandatangani Deklarasi Kemerdekaan," kata Theodore Keeping, peneliti cuaca ekstrem dari Imperial College London. Pernyataan ini disampaikan Keeping seperti dilansir dari The Guardian, Minggu, 5 Juli 2026.

Suhu tinggi mulai mengganggu berbagai agenda publik. Di Washington DC, perayaan 250 tahun Hari Kemerdekaan Amerika Serikat sempat ditunda. Alasannya, cuaca menjadi terlalu panas. Lebih dari belasan pengunjung membutuhkan perawatan akibat gangguan kesehatan yang terkait panas. Sebanyak 11 orang dilarikan ke rumah sakit sebelum lokasi acara ditutup.

Kondisi serupa diperkirakan terjadi pada sejumlah pertandingan Piala Dunia 2026. Gelombang panas juga memicu insiden di Pennsylvania. Di sana, lebih dari 100 orang yang menghadiri sebuah acara kereta api membutuhkan penanganan medis.

Sementara itu, operator kereta Amtrak membatalkan lebih dari dua lusin perjalanan di wilayah timur laut Amerika Serikat. Penyebabnya adalah cuaca ekstrem. Friederike Otto, profesor ilmu iklim dari Imperial College London, mengatakan rangkaian peristiwa ini menjadi peringatan bahwa dampak perubahan iklim kini semakin nyata.

"Ketika perayaan Fourth of July terganggu dan pertandingan piala dunia dimainkan dalam kondisi yang tidak aman bagi pemain maupun penonton, seharusnya kita tidak perlu lagi menunggu penelitian ilmiah berikutnya untuk menyadarkan semua orang," kata Otto.

"Perubahan iklim sudah terjadi. Dampaknya kini memengaruhi berbagai hal yang kita nikmati dalam kehidupan sehari-hari, dan kondisinya akan terus memburuk selama kita terus menunda transisi menuju emisi nol bersih (net zero emissions)," dia menambahkan.

Gelombang panas ini menunjukkan bagaimana perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan. Peristiwa seperti terganggunya perayaan nasional dan acara olahraga internasional menjadi bukti bahwa dampaknya sudah dirasakan sekarang. Para peneliti menekankan bahwa tanpa pengurangan emisi gas rumah kaca secara signifikan, kondisi seperti ini akan semakin sering terjadi dan semakin parah.

gelombang panas ekstremperubahan iklimkubah panasHari Kemerdekaan ASPiala Dunia 2026emisi gas rumah kacacuaca ekstrem

Komentar

Memuat komentar...