Duduk Lama Tingkatkan Risiko Kanker, Bergerak Bisa Menurunkan
Gambar atau konten salah?
Sebuah studi terbaru menemukan hubungan antara kebiasaan duduk terlalu lama dengan peningkatan risiko kanker. Penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS Medicine pada 2 Juli 2026 ini menganalisis data lebih dari 91.000 peserta dari UK Biobank.
Setiap peserta dalam penelitian ini menggunakan alat pemantau aktivitas selama tujuh hari. Setelah itu, mereka dipantau selama kurang lebih 12 tahun. Aktivitas peserta kemudian dikategorikan menjadi tiga jenis: duduk terlalu lama (setidaknya 30 menit dengan 90 persen waktu dalam posisi duduk), aktivitas duduk yang terputus-putus (kurang dari 30 menit atau diselingi lebih dari 10 persen waktu tidak duduk), dan berbagai tingkat aktivitas fisik.
"Data kami menunjukkan bahwa duduk selama lebih dari 30 menit berturut-turut sangat terkait dengan risiko kanker yang lebih tinggi," kata Dr Frederick Ho, penulis utama studi dari Universitas Glasgow.
Gaya hidup kurang gerak atau sedentary lifestyle selama ini sudah dikenal sebagai faktor risiko berbagai penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Kini penelitian tersebut mengaitkannya juga dengan risiko kanker.
Dr David Yashar, seorang ahli hematologi-onkologi yang tidak terlibat dalam penelitian, menjelaskan bahwa kurangnya aktivitas fisik bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini, menurutnya, dapat berkontribusi pada perkembangan kanker tertentu yang sensitif terhadap hormon, seperti kanker payudara.
Perilaku kurang gerak yang berkepanjangan dikaitkan dengan risiko kematian akibat kanker yang lebih tinggi. Beberapa jenis kanker yang disebutkan dalam penelitian meliputi:
- Kanker kolorektal
- Kanker payudara
- Kanker hati
- Kanker ginjal
- Kanker pankreas
- Kanker ovarium
- Kanker esofagus
- Kanker tiroid
Yang menarik, untuk setiap tambahan satu jam perilaku duduk berkepanjangan tanpa gangguan, risiko kematian akibat kanker meningkat sebesar 10 persen.
Namun ada kabar baik. Aktivitas fisik ringan bisa mengurangi risiko tersebut. Para peneliti menemukan bahwa mengganti setidaknya satu jam perilaku duduk terlalu lama dengan aktivitas fisik ringan dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker sebesar 12 persen. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki singkat sudah cukup memberikan perlindungan.
"Temuan kami menunjukkan bahwa dampak kesehatan dari perilaku kurang gerak mungkin bergantung tidak hanya pada total waktu kurang gerak, tetapi juga pada apakah waktu tersebut terakumulasi dalam periode berkepanjangan atau diselingi oleh aktivitas," tulis para peneliti dalam siaran pers mereka.
Penelitian ini menekankan bahwa tidak hanya total waktu duduk yang penting, tetapi juga bagaimana waktu tersebut dipecah. Istirahat sejenak untuk bergerak di antara waktu duduk yang panjang bisa membuat perbedaan signifikan bagi kesehatan jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Duduk Lama Tingkatkan Risiko Kanker, Bergerak Bisa Menurunkan
7 Tempat Salt Bread di Bandung, Mulai Rp9.500
Paraguay Kena Kritik Usai Kalah dari Prancis
Persib Siapkan Kejutan Lagi Usai 10 Juli
Binus Tuan Rumah KTT Pendidikan Asia Pasifik 2026
Cabai dan Bawang Merah Anjlok, Daging Sapi Naik
Ruben Onsu Ajukan Gugatan Hak Asuh Anak