Suzuki Saluto 125 2026 Meluncur, Skuter Retro Italia Tetap Irit
Gambar atau konten salah?
Suzuki Taiwan baru saja memperkenalkan Saluto 125 untuk tahun model 2026. Skuter matik ini mempertahankan posisinya sebagai skutik premium 125 cc. Perpaduan desain Italia dan teknologi Jepang masih menjadi ciri utamanya.
Motor ini dikembangkan dengan menggabungkan konsep barat dan timur. Alhasil, Suzuki tidak menjadikan performa kencang sebagai daya tarik utama. Sebaliknya, mereka mengedepankan desain premium yang membedakannya dari skutik 125 cc lain di pasaran.
Salah satu daya jual terbesar Saluto 125 ada pada desainnya. Alessandro Tartarini, seorang desainer asal Italia, yang menggarap tampilan motor ini. Nuansa klasik khas skuter Eropa terlihat jelas. Bodi serba membulat, aksen krom, dan jok bergaya vintage mendominasi. Meski berpenampilan retro, Saluto tetap dibekali fitur-fitur modern.
Contohnya adalah sistem keyless. Pengendara bisa mengoperasikan motor tanpa memasukkan anak kunci. Remote dapat mendeteksi kendaraan dalam radius sekitar 1,5 meter. Melalui sakelar multifungsi, pengguna bisa menyalakan lampu, membuka tutup tangki bensin, hingga membuka jok.
Ada juga fitur pembuka jok otomatis. Cukup memutar sakelar ke posisi tertentu, jok akan terbuka sendiri. Ini memudahkan pengendara saat mengambil atau menyimpan barang di bagasi bawah jok.
Panel instrumen Saluto 125 memadukan nuansa klasik dan modern. Suzuki menggunakan speedometer analog yang dipadukan dengan layar LCD. Layar itu menampilkan informasi kecepatan, odometer, waktu, dan indikator bahan bakar. Lampu latar panel instrumen bisa menyesuaikan kondisi cahaya. Tujuannya agar tetap mudah dibaca, baik siang maupun malam.
Sistem pencahayaan seluruhnya sudah menggunakan LED. Lampu depan berbentuk bulat dengan bingkai krom, memperkuat kesan klasik. Lampu belakang LED dibuat menyatu dengan bodi, sehingga terlihat lebih rapi. Lampu daytime running light (DRL) LED ditempatkan di bagian bawah bodi sebagai identitas desain.
Dari sisi mesin, Saluto 125 mengandalkan mesin satu silinder 124 cc berpendingin udara. Mesin ini menghasilkan tenaga 8,8 dk pada 7.000 rpm dan torsi puncak 9,6 Nm pada 6.000 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis CVT.
Mesin tersebut sudah mengusung teknologi Suzuki Eco Performance (SEP). Teknologi ini dirancang untuk mengurangi gesekan internal. Tujuannya agar motor lebih irit bahan bakar. Suzuki mengklaim konsumsi BBM Saluto 125 mencapai 51,9 km/liter. Klaim ini berdasarkan pengujian di Taiwan.
Dimensi Saluto 125 dirancang ramah untuk penggunaan harian. Skutik ini memiliki panjang 1.805 mm, lebar 690 mm, dan tinggi 1.090 mm. Tinggi joknya 760 mm dengan bobot 114 kg. Tangki bensinnya mampu menampung 5,5 liter.
Di sektor kaki-kaki, Saluto menggunakan pelek 10 inci. Ban berukuran 100/90-10 dipasang di depan dan belakang. Sistem pengereman menggunakan cakram di roda depan dan tromol di roda belakang.
Suzuki Saluto 125 model 2026 tersedia dalam lima pilihan warna. Yaitu Vesuvio Black, Modena Red, Carrara White, Roma Gray, dan RB5 White. Di Taiwan, motor ini dipasarkan dengan harga NT$ 87.800. Jika dikonversi, nilainya sekitar Rp 49,4 juta on the road.
Skuter retro ini tidak mengandalkan tenaga besar. Daya tariknya justru pada desain yang digarap desainer Italia, Alessandro Tartarini. Bodi membulat, aksen krom, dan jok vintage menjadi ciri khasnya.
Meski bergaya retro, fitur modern tetap hadir. Sistem keyless memungkinkan pengendara mengoperasikan motor tanpa kunci fisik. Remote bisa mendeteksi kendaraan dalam radius sekitar 1,5 meter. Melalui sakelar multifungsi, pengguna bisa menyalakan lampu, membuka tutup tangki bensin, dan membuka jok.
Fitur unik lainnya adalah pembuka jok otomatis. Cukup memutar sakelar ke posisi tertentu, jok akan terbuka sendiri. Ini memudahkan pengendara mengambil atau menyimpan barang di bagasi bawah jok.
Panel instrumen Saluto 125 juga memadukan nuansa klasik dan modern. Suzuki menggunakan speedometer analog yang dipadukan dengan layar LCD. Layar itu menampilkan informasi kecepatan, odometer, waktu, dan indikator bahan bakar. Lampu latar panel instrumen dapat menyesuaikan kondisi cahaya. Tujuannya agar tetap mudah dibaca, baik siang maupun malam.
Sistem pencahayaan seluruhnya sudah menggunakan LED. Lampu depan berbentuk bulat dengan bingkai krom, memperkuat kesan klasik. Lampu belakang LED dibuat menyatu dengan bodi, sehingga terlihat lebih rapi. Lampu daytime running light (DRL) LED ditempatkan di bagian bawah bodi sebagai identitas desain.
Dari sisi dapur pacu, Suzuki Saluto 125 mengandalkan mesin satu silinder 124 cc berpendingin udara. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 8,8 dk pada 7.000 rpm dan torsi puncak 9,6 Nm pada 6.000 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis CVT.
Mesin itu sudah mengusung teknologi Suzuki Eco Performance (SEP). Teknologi ini dirancang untuk mengurangi gesekan internal. Tujuannya agar motor lebih irit bahan bakar. Suzuki mengklaim konsumsi BBM Saluto 125 mencapai 51,9 km/liter. Klaim ini berdasarkan pengujian di Taiwan.
Dimensi Saluto 125 juga dirancang ramah untuk penggunaan harian. Skutik ini memiliki panjang 1.805 mm, lebar 690 mm, dan tinggi 1.090 mm. Tinggi joknya 760 mm dengan bobot 114 kg. Tangki bensinnya mampu menampung 5,5 liter.
Di sektor kaki-kaki, Saluto menggunakan pelek 10 inci. Ban berukuran 100/90-10 dipasang di depan dan belakang. Sistem pengereman menggunakan cakram di roda depan dan tromol di roda belakang.
Suzuki Saluto 125 model 2026 tersedia dalam lima pilihan warna. Yaitu Vesuvio Black, Modena Red, Carrara White, Roma Gray, dan RB5 White. Di Taiwan, motor ini dipasarkan dengan harga NT$ 87.800. Jika dikonversi, nilainya sekitar Rp 49,4 juta on the road.
Skuter retro ini tidak mengandalkan tenaga besar. Daya tariknya justru pada desain yang digarap desainer Italia, Alessandro Tartarini. Bodi membulat, aksen krom, dan jok vintage menjadi ciri khasnya. Meski bergaya retro, fitur modern seperti keyless dan panel instrumen LCD tetap hadir. Suzuki memadukan konsep barat dan timur dalam satu motor. Hasilnya adalah skutik 125 cc yang mengedepankan gaya, bukan kecepatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penjualan Daihatsu Juni 2026 Naik 27%
NTT Larang Kendaraan Pajak Macet Isi BBM Subsidi
Rekayasa Lalin Kunjungan PM Singapura Mulai Sore
Balik Nama Kendaraan Bekas Gratis? Ini Biaya yang Masih Dibayar 2026
Wuling Siapkan Aira EV dan MPV Baru di GIIAS 2026
TVS Andalkan Produk Baru dan Harga Bersaing di Pasar Motor Indonesia
Berita Terbaru
Suzuki Saluto 125 2026 Meluncur, Skuter Retro Italia Tetap Irit
Ingles Jumpa Meksiko di Sarang Azteca
Tembok Hijau Afrika: 8.000 Km Lawan Gurun Sahara
Mahasiswa ITS Ciptakan Pestisida Nano Tahan Hujan dan UV
Kebakaran Hutan Satu Hektare di Muara Enim
Duduk Lama Tingkatkan Risiko Kanker, Bergerak Bisa Menurunkan
7 Tempat Salt Bread di Bandung, Mulai Rp9.500