Gempa M 7,6 di Bitung: Jalan Aman, Kantor Rusak, Siaga

Nurul H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Gempa M 7,6 di Bitung: Jalan Aman, Kantor Rusak, Siaga

Gambar atau konten salah?

Gempa bumi dengan magnitudo M 7,6 mengguncang wilayah pesisir di laut sekitar 129 km tenggara Bitung pada pukul 05.48 WIB, 2 April 2026. Koordinat gempa berada di 1,25 derajat lintang utara dan 126,27 derajat bujur timur, dengan kedalaman 33 km.

Menurut Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, daerah Minahasa Utara dan Bitung masih aman untuk dilalui. Jalan dan jembatan belum menunjukkan kerusakan signifikan. Namun, gempa menimbulkan kerusakan di kantor‑kantor kementerian di wilayah tersebut.

“Untuk Minahasa Utara dan Bitung, sementara ini jalan‑jalan dan jembatan masih aman. Terus, memang di kantor kami di Maluku Utara semua kaca pecah. Jadi, hari ini teman‑teman di Balai Jalan Nasional Maluku Utara sedang work from home sambil mengikuti arahan dari BMKG dan BPPD,” kata Dody di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Kamis (2 April 2026).

Di wilayah Gorontalo, beberapa ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan dan longsor. Pemerintah sedang berkoordinasi dengan BMKG, BPPD, dan Basarnas untuk mempercepat penanganan di lapangan.

“Untuk yang di Gorontalo, sementara waktu memang ada beberapa ruas jalan yang terkena masalah dan ada beberapa longsor. Kita sedang koordinasi dengan BPPD dan BMKG dan Basarnas untuk kemudian bisa secara secepatnya menyelesaikan longsoran‑longsoran itu,” ungkapnya.

Dody menambahkan bahwa bila ditemukan kerusakan lebih lanjut, seperti jembatan putus, pihaknya akan segera mengambil langkah darurat dengan membangun jembatan sementara agar arus logistik dan pergerakan masyarakat tidak terganggu. Ia menegaskan bahwa penanganan darurat menjadi prioritas utama, sementara pembangunan infrastruktur permanen akan dilakukan setelah kondisi dinilai aman.

“Supaya arus logistik, tidak terganggu, dan kalau memang diperlukan nanti berikutnya kita akan bikin yang lebih permanen. Tapi sementara waktu, kita kejar dulu supaya arus pergerakan manusia atau logistik tidak terganggu,” imbuh Dody.

Gempa ini berdampak di tiga provinsi, yakni Maluku Utara (Malut), Sulawesi Utara (Sulut), dan Gorontalo. Kerusakan di kantor kementerian memaksa staf bekerja dari rumah, sementara koordinasi antar lembaga bertujuan meminimalkan gangguan bagi masyarakat.

Gempa ini menunjukkan bahwa meski infrastruktur jalan dan jembatan di beberapa wilayah masih aman, kerusakan di kantor pemerintah memerlukan penanganan cepat. Penanganan darurat dan pembangunan jembatan sementara menjadi fokus utama, dengan rencana jangka panjang untuk infrastruktur permanen setelah evaluasi keamanan.

Gempa bumiBitungMaluku UtaraSulawesi UtaraGorontaloDody HanggodoBMKGJembatan sementara

Komentar

Memuat komentar...