Gencatan AS‑Iran Kurangi Subsidi Energi, APBN Lebih Luas

Hendra M. · 1 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Gencatan AS‑Iran Kurangi Subsidi Energi, APBN Lebih Luas

Gambar atau konten salah?

15 Juni 2026Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memberikan dampak positif bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menekankan bahwa dana yang sebelumnya dialokasikan untuk subsidi energi akan berkurang, seiring penurunan harga minyak dunia.

Purbaya menjelaskan bahwa anggaran yang sudah disisihkan untuk subsidi kini dapat dialokasikan ulang. “Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi sehingga akan jauh berkurang, ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden. Jadi kita lihat seperti apa dan baru kita adjust,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin malam.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan tersebut lewat unggahan di media sosial pada hari Minggu. Ia menyatakan bahwa ia telah mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya dan memerintahkan pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran secara segera.

Trump menulis: “Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!” di Truth Social.

Setelah itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan.

Pemerintah Pakistan, yang turut membantu menengahi perjanjian, dikabarkan akan menandatangani dokumen resmi di Swiss pada hari Jumat mendatang. Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan hal tersebut.

Kesimpulannya, perjanjian ini tidak hanya mengurangi beban subsidi energi di Indonesia, tetapi juga menandai perubahan signifikan dalam dinamika energi global. Dengan harga minyak turun dan jalur distribusi kembali terbuka, negara ini dapat mengalokasikan dana ke program-program prioritas yang lebih luas.

Gencatan Senjata AS-IranSubsidi Energi IndonesiaAPBNSelat HormuzDonald TrumpPurbaya Yudhi SadewaPakistan

Komentar

Memuat komentar...