Waskita Karya Raih 7,5 Juta Jam Kerja Selamat LRT Jakarta 1B
Gambar atau konten salah?
PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja atau lost time injury (LTI) di proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome‑Manggarai. Angka ini menegaskan konsistensi penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa jam kerja tersebut merupakan akumulasi seluruh proyek tanpa insiden yang mengakibatkan hari kerja hilang. “Keberhasilan 7,5 juta jam kerja selamat ini turut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta dan ruang kerja terbatas,” ujarnya.
“Tantangan utama (urban constraint) dalam mengerjakan LRT Jakarta 1B yang kami hadapi, di antaranya lalu lintas Jakarta yang selalu padat. Maka kami sebagai kontraktor, berupaya mengoptimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja, Waskita melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola bukan dihindari,” ujar Ermy dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Juni 2026.
Sejak dimulainya rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian, Waskita bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) telah melakukan tes jalur lintasan atau train run sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka. Salah satu area yang dilintasi saat tes adalah perlintasan di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto‑Wiyono pada kilometer 1+700 sampai 2+100.
Untuk menjaga kondisi lalu lintas di jalan tol, Waskita berinovasi menggunakan metode balance cantilever dengan span sepanjang 120 meter. Ia menambahkan, monitoring survey dan chamber juga dilaksanakan secara berkala setiap hari. “Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” tegas Ermy.
Tim di lapangan memasang safety net pada sekeliling segmen girder balance. Berkat langkah-langkah tersebut, perusahaan berhasil mencapai zero accident atau tidak ada kecelakaan sama sekali dalam proses konstruksi balance cantilever LRT Jakarta 1B.
Waskita terus mempercepat pengerjaan proyek senilai Rp4,1 triliun agar dapat segera digunakan. Realisasi pembangunannya kini telah menembus 93,37 persen. Ermy mengatakan, koordinasi dengan Jakpro terus diperkuat, sehingga proses pembangunan sekaligus rangkaian T&C bisa berjalan lancar. Tahapan ini penting karena bertujuan memastikan sejauh mana kesiapan sistem LRT Jakarta untuk membawa puluhan ribu penumpang setiap harinya.
“Kerja sama yang baik dengan Jakpro sebagai owner membuat train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan. Seperti prinsip Jakpro yang selalu mengutamakan keberlanjutan dalam setiap proyeksinya, train run ini juga akan menjadi evaluasi internal guna mempersiapkan langkah pengujian selanjutnya,” tutur Ermy.
LRT Jakarta Fase 1B, kata dia, sudah sangat dinantikan. “Kami optimis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik yang modern. Lalu memudahkan mobilitas warga serta mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” jelas Ermy.
Proyek ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan meningkatkan integrasi transportasi publik di kota metropolitan. Dengan 7,5 juta jam kerja selamat, Waskita Karya menunjukkan bahwa proyek besar di daerah padat lalu lintas dapat dikelola dengan aman dan efisien, asalkan standar keselamatan dijaga ketat dan kolaborasi antara kontraktor dan pemilik proyek tetap solid.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bahas 154 Juta Ton Batu Bara bagi PLN, Pasokan Stabil
BGN Larang Pegawai Terafiliasi SPPG/MBG demi Kebijakan Bersih
Pemerintah Siap Bagikan Kompor Listrik Rp815 Miliar
Direktur Nindya Karya Tinjau Sekolah Rakyat Deli Serdang
Komisi XI DPR Setujui Pagu Kemenkeu 2027 Rp49,80 triliun Tahun
BGN Maksimalkan 21.801 Motor Listrik dan Perlengkapan IT
Berita Terbaru
Waskita Karya Raih 7,5 Juta Jam Kerja Selamat LRT Jakarta 1B
Pengelolaan Sampah Mangkuyudan Jadi Contoh untuk Baturaja Timur
PBNU Tunda 1 Muharram 1448 H, Satu Hari Lebih Lambat
Warga Perbaiki Jembatan Enang-Enang, Rencana Baru 2027
Puasa Muharram & Ramadhan: Boleh Gabung? Syafi'iyah vs Hambali
Mbappé Janji Perbaiki Bertahanan di Piala Dunia 2026
Purbaya Pindah ke China Tahun 2026 untuk Diskusi Panda Bond
Muharram 1448 H: Kesempatan Baru untuk Perubahan Spiritual