Pemerintah Siap Bagikan Kompor Listrik Rp815 Miliar

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Siap Bagikan Kompor Listrik Rp815 Miliar

Gambar atau konten salah?

Program pemerintah bagi‑bagi kompor listrik kembali dibicarakan. Rencana ini pernah muncul beberapa waktu lalu namun akhirnya dibatalkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan alasan di balik usulan program tersebut untuk tahun depan. Ia mengusulkan anggaran sebesar Rp 815,56 miliar.

“Program itu untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang masih sangat tinggi. Di mana sekitar 80% kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor,” ujarnya.

Menurut Bahlil, negara harus mengeluarkan devisa di atas Rp 130 triliun per tahunnya. “Di saat ICP seperti ini, devisa kita keluar untuk membeli LPG itu sekitar di atas Rp 130 triliun. Subsidinya di atas Rp 80 triliun. Nah kalau kondisi ini terus kita biarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi soal. Maka salah satu alternatifnya adalah kita dorong kompor listrik,” ucapnya di DPR, Jakarta, Senin (15 Juni 2026).

Pada tahap awal program, pemerintah kini mengkaji penggunaan teknologi kompor listrik dengan daya listrik rumah tangga di bawah 900 VA. “Supaya rakyat kita yang di daerah‑daerah yang di kecamatan, di desa itu bisa dipakai dengan listrik kapasitas daya mereka yang ada,” tambahnya.

Saat ditanya soal program ini sebenarnya sudah hampir jalan tapi tidak jadi karena ada penolakan dari masyarakat, Bahlil menjelaskan ada perbedaan teknologi yang digunakan dalam program kompor listrik yang mau dijalankan dan yang sebelumnya ada penolakan. “Ada model kompor listrik yang model baru. Jadi memang semakin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi kompor listrik yang lama. Nah kita juga sekarang sedang lagi melakukan penataan terhadap seberapa besar sih perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru,” ujarnya.

Menanyakan berapa jumlah unit kompor listrik yang akan dibagikan dengan anggaran tersebut, Bahlil belum dapat memastikan jumlahnya. Ia mengatakan kemungkinan besaran jumlahnya akan keluar di Agustus. “Nanti tunggu kita pembahasan anggaran dengan DPR, mungkin di bulan Agustus baru bisa keluar berapa jumlah unit,” ujarnya.

Sebagai informasi, program bagi‑bagi kompor listrik pernah mengemuka. Namun, program ini akhirnya dibatalkan. Pada saat itu, kompor listrik yang rencananya akan dibagikan sebanyak 300 ribu unit. “300 ribu (kompor listrik) nggak jadi ya,” ujar Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Adi Priyanto di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, 29 September 2022.

Program ini dipandang sebagai upaya diversifikasi energi dan pengurangan beban impor. Dengan mengadopsi kompor listrik, pemerintah berharap dapat memanfaatkan sumber daya listrik yang tersedia di daerah, sekaligus menurunkan ketergantungan pada LPG. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam penyebaran teknologi baru dan penerimaan masyarakat. Program ini masih dalam tahap perencanaan dan akan dibahas lebih lanjut di DPR pada bulan Agustus.

Kompor listrikLPG imporDiversifikasi energiBahlil LahadaliaAnggaran 815,56 miliar900 VAPLN

Komentar

Memuat komentar...