Bahlil Bahas 154 Juta Ton Batu Bara bagi PLN, Pasokan Stabil

Lina F. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Bahlil Bahas 154 Juta Ton Batu Bara bagi PLN, Pasokan Stabil

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa ia mengadakan rapat dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dan jajaran direksi selama hampir 5,5 jam pada 15 Juni 2026. Rapat itu membahas kepastian pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN.

Bahlil menyatakan kebutuhan PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang batu bara sekitar 190 juta ton. Ia menjelaskan, “Dari 190 juta ton yang sudah dilakukan konfirmasi kurang lebih sekitar 150‑160 juta ton. Dan sudah dilakukan kontrak sebesar 134 juta ton. Artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta yang sudah dikontrak 134 berarti kan tinggal kurang 20 yang belum dikontrakkan.”

Ia menambahkan, “Empat hari lalu saya memimpin rapat dengan Pak Darmo dan Direksi PLN kurang lebih sekitar 5 setengah jam untuk melakukan rekonfirmasi agar tidak terjadi persepsi ataupun diformasi yang terjadi multiinterpretasi.”

PLN memerlukan batu bara berkalori medium dengan kualitas lebih baik untuk operasional pembangkit. Namun, jenis batu bara tersebut semakin sedikit. Bahlil menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap pengadaan energi primer.

Semalam, ia menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pengawasan pengadaan energi primer PLN. Dalam arahan tersebut, Bahlil memutuskan membentuk tim pengadaan PLN yang melibatkan Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP agar tidak ada kebohongan di antara pihak-pihak terkait. Ia berkata, “Semalam sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer agak tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP agar tidak ada dusta diantara kita. Jangan kita baku tipu terus kerjanya.”

Rapat tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pasokan batu bara tetap stabil, sekaligus menegakkan transparansi dalam proses pengadaan. Dengan langkah ini, diharapkan kebutuhan energi PLN dapat terpenuhi tanpa gangguan.

Bahlil LahadaliaPLNbatu barapengadaan energi primerpengawasan ketatkebutuhan 154 juta tontim pengadaanPrabowo Subianto

Komentar

Memuat komentar...