Warga Perbaiki Jembatan Enang-Enang, Rencana Baru 2027

Dedi S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Warga Perbaiki Jembatan Enang-Enang, Rencana Baru 2027

Gambar atau konten salah?

BPJN melaporkan bahwa jalan dan jembatan di Bener Meriah, Aceh, yang hancur akibat bencana, kini telah diperbaiki secara swadaya oleh warga. Pemerintah berencana membangun kembali jembatan ambruk tersebut pada tahun depan, menandai langkah penting dalam pemulihan infrastruktur daerah.

Senin, 15 Juni 2026, Zulkarnaini, Plt Kepala BPJN Aceh, mengatakan kepada wartawan, “Enang-Enang itu sebenarnya kita sudah programkan di 2027.” Kalimat ini menegaskan bahwa rencana pembangunan jembatan baru telah direncanakan sejak lama, meski masih menunggu pelaksanaan.

Jalan utama Bireuen-Aceh Tengah terputus ketika jembatan Enang-Enang ambruk. Sebagai solusi sementara, pemerintah membuka jalur alternatif dari Burlah ke Simpang Lancang. Masyarakat kemudian memperbaiki jalan tersebut agar dapat dilalui kembali, terutama bagi mereka yang pergi ke kebun.

Kita belum bisa rekomendasi untuk roda empat melewati Enang-Enang. Kalau untuk dilewati sepeda motor atau pejalan kaki mungkin bisa,” jelas Zulkarnaini. Ia menekankan bahwa jembatan masih belum layak untuk kendaraan bermuatan berat, sehingga warga diimbau berhati-hati.

Selain itu, Zulkarnaini menambahkan, “Kita sudah siapkan jalan alternatif ke Burlah yang digunakan setelah bencana alam kemarin. Jadi sampai hari ini masih digunakan jalan tersebut. Dan kita juga sudah meningkatkan jalan tersebut dengan kita melebarkan kiri kanan masing-masing satu meter yaitu dari jalan 4 menjadi 6 meter. Itu sudah kita kerjakan,” ujarnya. Langkah ini bertujuan memperlebar jalur agar lebih aman bagi kendaraan roda dua dan empat.

Peristiwa ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Pada akhir November 2025, gempa dan longsor merusak jalan nasional serta jembatan di Tajuk Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Enam bulan setelah musibah, warga turun tangan, mempatungan satu alat berat untuk membersihkan material longsor dan membuat jalur alternatif di titik yang tidak dapat dilewati.

Tokoh masyarakat Sahrial Abadi menjelaskan, “Terkait Jembatan Enang-Enang ini kami melakukan swadaya masyarakat. Selama ini kami selalu memakai jalan alternatif melewati Burlah ke Simpang Lancang, namun jalan tersebut sudah banyak sekali yang rusak,” kata Sahrial kepada wartawan, Selasa, 2 Juni 2026. Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian kebunnya dijual untuk menambah dana perbaikan.

Jembatan utama masih miring, dan kendaraan roda dua serta empat dapat melintas, namun tetap memerlukan kehati-hatian. Video yang beredar menunjukkan kondisi tersebut, menegaskan bahwa meski jalan telah diperbaiki, masih ada risiko bagi pengendara.

Secara keseluruhan, upaya swadaya masyarakat dan dukungan pemerintah menandai langkah awal menuju pemulihan infrastruktur di Bener Meriah. Rencana pembangunan jembatan baru pada 2027 menunjukkan komitmen jangka panjang, sementara perbaikan sementara di jalan alternatif memastikan akses tetap terjaga bagi warga setempat.

Jembatan Enang-EnangJalan Bireuen-Aceh TengahBener MeriahAcehBPJNSwadaya MasyarakatGempa LongsorPembangunan Jembatan Baru

Komentar

Memuat komentar...