GOTO Tercapai Laba Bersih Pertama di Kuartal Pertama 2026

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
GOTO Tercapai Laba Bersih Pertama di Kuartal Pertama 2026

Gambar atau konten salah?

PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya mencatat laba bersih pada kuartal pertama tahun 2026, setelah selama ini hanya pernah mengalami kerugian. Pada periode tersebut, GOTO menghasilkan Rp 171 miliar laba bersih, berbanding terbalik dengan Rp 367 miliar kerugian pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan grup naik 26 % menjadi Rp 5,3 triliun. GTV inti grup tumbuh menjadi Rp 138 triliun, sementara total GTV GOTO mencapai Rp 236 triliun, meningkat 63 %. EBITDA grup yang disesuaikan juga menunjukkan lonjakan, tercatat Rp 907 miliar dan tumbuh 131 %. GOTO menargetkan EBITDA grup yang disesuaikan untuk tahun ini antara Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” kata Direktur Utama Gojek Tokopedia, Hans Patuwo, dalam keterangan tertulis pada 28 April 2026.

Patuwo menambahkan bahwa GOTO akan terus memacu pertumbuhan lewat pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan. Perusahaan juga berkomitmen melakukan investasi berkelanjutan pada bisnis yang mendukung pencapaian target. “Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Selama kuartal pertama, GOTO mencatat arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp 1,3 triliun, menandakan perbaikan fundamental dalam bisnis, profitabilitas, dan disiplin biaya. Imbal jasa e‑commerce dari Tokopedia tercatat Rp 288 miliar.

“Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis Fintech maupun On‑demand Services. Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kami yang mulai membuahkan hasil. Kami memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas yang disesuaikan positif dan neraca keuangan yang kuat, menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp 3,2‑3,4 triliun,” kata Direktur Keuangan Gojek Tokopedia, Simon Ho.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa strategi diversifikasi, investasi teknologi, dan pengelolaan biaya yang disiplin dapat membawa GOTO ke jalur profitabilitas sambil terus meningkatkan pendapatan dan layanan bagi pelanggan.

GOTOlaba bersihpendapatanGTVEBITDAarus kas bebasteknologi AI

Komentar

Memuat komentar...