Gubernur Jambi Evaluasi Kinerja OPD hingga Triwulan II 2026

Dwi H. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Gubernur Jambi Evaluasi Kinerja OPD hingga Triwulan II 2026

Gambar atau konten salah?

Gubernur Jambi, Al Haris, baru saja menggelar evaluasi menyeluruh terhadap jalannya pembangunan di provinsi tersebut. Evaluasi ini mencakup capaian hingga Triwulan II Tahun Anggaran 2026. Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, momen ini menjadi penting untuk mengukur sejauh mana program-program berjalan, melihat realisasi anggaran, dan menyusun langkah-langkah baru agar target pembangunan bisa tercapai hingga akhir tahun.

Dalam evaluasi itu, Al Haris menekankan bahwa semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bekerja lebih cepat. Ia juga meminta agar setiap langkah kerja terukur dan ada koordinasi yang baik antar instansi. Tujuannya jelas: semua program strategis yang sudah direncanakan bisa diwujudkan sesuai target yang ditetapkan.

Menurut Al Haris, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya dari besarnya anggaran yang digelontorkan. Yang lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyampaikan hal ini dengan tegas.

"Seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk mempercepat realisasi kegiatan. Jangan sampai ada program yang tertunda karena lemahnya koordinasi atau lambatnya penyelesaian administrasi," ujar Al Haris pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Pada sesi evaluasi tersebut, Al Haris membahas secara rinci capaian fisik dan realisasi keuangan dari berbagai program pembangunan hingga pertengahan tahun 2026. Pemerintah juga mendata sejumlah pekerjaan yang belum berjalan sesuai rencana. Mereka mengidentifikasi kendala yang dihadapi masing-masing OPD dalam proses pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Lebih dari sekadar mengecek progres, Al Haris meminta setiap kepala OPD untuk menyampaikan laporan capaian secara terbuka. Laporan itu harus disertai dengan solusi konkret untuk setiap masalah yang mereka hadapi. Ia percaya bahwa budaya keterbukaan dalam melaporkan perkembangan pekerjaan adalah kunci utama. Dengan begitu, pemerintah bisa mengambil langkah cepat jika ada program yang mulai terlambat.

Al Haris menegaskan bahwa setiap kendala harus segera diselesaikan. Caranya adalah melalui koordinasi lintas perangkat daerah. Ia tidak ingin masalah kecil berdampak besar pada target pembangunan atau pelayanan kepada masyarakat.

Perhatian khusus juga diberikan Al Haris kepada OPD yang memiliki target penerimaan daerah. Ia meminta seluruh potensi pendapatan daerah digali semaksimal mungkin. Caranya dengan meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, peningkatan PAD adalah faktor penting untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah. Dengan dana yang lebih besar, pemerintah punya ruang lebih luas untuk membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjalankan program-program prioritas.

Di sisi lain, Al Haris mengingatkan seluruh jajaran Pemprov Jambi untuk menjaga tata kelola keuangan daerah. Ia menekankan prinsip akuntabel, efektif, efisien, dan sesuai aturan yang berlaku. Setiap anggaran yang digunakan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Kita harus pastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberi manfaat nyata bagi warga Jambi, baik dari segi infrastruktur yang lebih baik, layanan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan, maupun mutu pendidikan yang meningkat," ungkapnya.

Tak hanya itu, Al Haris juga meminta pengawasan terhadap pelaksanaan program terus diperkuat. Pengawasan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi secara berkala. Dengan pengawasan yang konsisten, setiap persoalan bisa segera diketahui dan ditangani. Harapannya, tidak ada hambatan dalam pencapaian target pembangunan daerah.

Al Haris juga menyoroti pentingnya koordinasi antar-OPD dalam beberapa hal spesifik. Mulai dari menyelesaikan masalah pengadaan barang dan jasa, mempercepat pembayaran kegiatan, hingga menyusun laporan pelaksanaan program. Langkah-langkah ini dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan APBD 2026 berjalan efektif, tepat waktu, dan tetap mengedepankan akuntabilitas.

"Dengan evaluasi ini, saya rasa Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mempercepat realisasi seluruh program yang belum mencapai target pada semester pertama. Saya juga minta seluruh perangkat daerah meningkatkan kinerjanya, memperkuat sinergi, serta memastikan setiap program pembangunan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi," tegasnya.

Evaluasi triwulan II ini menjadi peta jalan bagi Pemprov Jambi untuk mengejar ketertinggalan. Fokus utamanya bukan hanya pada angka-angka anggaran, tetapi pada dampak nyata yang dirasakan warga. Komitmen untuk transparansi dan koordinasi antar instansi menjadi kunci agar program-program yang sempat tersendat bisa kembali berjalan sesuai rencana.

evaluasi pembangunanOPD Jambirealisasi anggarankoordinasi instansiPAD Jambiakuntabilitas keuangantarget RPJMD

Komentar

Memuat komentar...