Bediding Landa Kota Batu, Suhu Tembus 11 Derajat

Dian P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bediding Landa Kota Batu, Suhu Tembus 11 Derajat

Gambar atau konten salah?

Udara dingin kembali menyelimuti sebagian wilayah Jawa Timur saat musim kemarau. Berdasarkan pengamatan terbaru BMKG, suhu minimum di Kota Batu tercatat turun hingga 11 derajat Celsius pada periode 12 Juli 2026. Angka ini menjadikan Kota Batu sebagai salah satu wilayah terdingin di Jawa Timur.

Banyak orang bertanya-tanya. Kenapa suhu di Kota Batu bisa jauh lebih rendah dibanding daerah lain? Bahkan terkadang terasa menusuk hingga dini hari.

Jawabannya tidak sesederhana karena berada di dataran tinggi. Ada fenomena atmosfer yang memang rutin terjadi setiap musim kemarau.

Kota Batu dikenal sebagai daerah berhawa sejuk. Letaknya di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 680 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Kota ini dikelilingi tiga gunung: Gunung Panderman, Gunung Arjuno, dan Gunung Welirang.

Menurut informasi dari Pemerintah Kota Batu, kondisi geografis tersebut membuat suhu udara rata-rata Kota Batu berkisar antara 15 hingga 19 derajat Celsius sepanjang tahun. Bahkan bisa tembus 11 derajat Celsius.

Dibanding kota-kota lain di Jawa Timur, suhu itu relatif lebih rendah. Udara sejuk menjadi ciri khas Kota Batu. Namun pada periode tertentu, terutama saat puncak musim kemarau, suhu udara bisa turun lebih rendah dari rata-rata hariannya.

Turunnya suhu udara pada malam hingga pagi hari adalah fenomena yang lazim terjadi saat musim kemarau mencapai puncaknya. Di Jawa, masyarakat menyebutnya bediding.

Fenomena ini terjadi karena beberapa faktor atmosfer yang saling berkaitan. Saat musim kemarau, langit cenderung cerah dengan tutupan awan yang minim. Kondisi itu membuat panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer saat malam hari.

Di sisi lain, angin monsun Australia membawa massa udara yang lebih dingin dan kering menuju wilayah Indonesia. Kombinasi kedua faktor tersebut menyebabkan suhu udara turun cukup drastis, terutama menjelang dini hari hingga pagi.

Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda, Shanas Septy Prayuda, menjelaskan fenomena bediding merupakan kondisi yang terjadi secara periodik ketika musim kemarau mencapai puncaknya.

"Diprakirakan terjadi selama puncak musim kemarau pada sebagian bulan Agustus dan September. Hal tersebut dikarenakan adanya angin monsun Australia yang bersifat dingin dan kering," ujar Shanas.

Ia juga menjelaskan bahwa langit yang cerah tanpa banyak awan membuat panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya udara menjadi lebih dingin.

Meski demikian, fenomena bediding tidak selalu muncul setiap malam. Intensitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi tutupan awan.

"Akan tetapi fenomena bediding tidak terjadi setiap hari, bergantung pada tutupan awan yang ada," kata Shanas.

Dengan kata lain, apabila pada malam hari terdapat lebih banyak awan, pelepasan panas dari permukaan bumi akan berkurang. Udara pun tidak terasa sedingin biasanya.

Agar tubuh tetap fit selama udara dingin melanda, Dinas Kesehatan Kota Batu mengimbau masyarakat menerapkan beberapa langkah sederhana dalam aktivitas sehari-hari.

  • Gunakan pakaian hangat secara berlapis agar lebih mudah menyesuaikan perubahan suhu, terutama saat berada di luar ruangan.
  • Perbanyak konsumsi makanan bergizi dan minuman hangat untuk membantu menjaga suhu tubuh sekaligus meningkatkan daya tahan.
  • Istirahat yang cukup juga penting agar sistem imun tetap optimal.
  • Meski udara terasa dingin, aktivitas fisik ringan tetap dianjurkan untuk menjaga sirkulasi darah dan membantu tubuh tetap hangat.
  • Biasakan menjaga kebersihan tangan, gunakan pelembap untuk mencegah kulit kering, serta hindari kebiasaan merokok maupun konsumsi alkohol berlebihan karena dapat memperburuk respons tubuh terhadap suhu dingin.

Bagi pengendara, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan. Kabut lebih mudah terbentuk pada pagi hari, terutama di kawasan dataran tinggi seperti Kota Batu dan sekitarnya.

Fenomena bediding ini sebenarnya bukan hal baru. Setiap tahun, saat puncak kemarau tiba, suhu dingin memang kerap menyapa wilayah dataran tinggi di Jawa Timur. Yang membedakan hanyalah seberapa rendah suhunya dan seberapa sering fenomena itu terjadi, yang semuanya bergantung pada kondisi awan dan kekuatan angin monsun Australia.

udara dinginbedidingKota Batumusim kemarauBMKGsuhu minimumangin monsun Australia

Komentar

Memuat komentar...