Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi, RFID & Kuota 300 Pendaki
Gambar atau konten salah?
Gunung Gede Pangrango kembali terbuka setelah penutupan enam bulan, yang disebabkan oleh tumpukan sampah dan perbaikan sistem pengelolaan.
Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor 06 Tahun 2026 menegaskan bahwa pendakian akan dimulai pada 13 April 2026. Menurut Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Agus Deni, “Betul pendakian dibuka kembali pada 13 April mendatang,” Kamis (2 April 2026).
Para pendaki yang sudah mendaftar secara daring dapat menghubungi call center untuk melakukan penjadwalan ulang pada tanggal tersebut. “Silakan yang akan mendaki untuk mendaftar ulang atau mendaftar baru secara online. Untuk kuota tetap sama yakni 300 pendaki sehari di 3 jalur pendakian,” ujarnya.
Untuk memudahkan deteksi pendaki ilegal, mulai 13 April 2026 akan diterapkan penggunaan gelang Radio Frequency Identification (RFID). Gelang ini menggunakan teknologi nirkabel dengan gelombang radio untuk mengidentifikasi dan melacak objek secara otomatis melalui label elektronik.
Gelang RFID juga akan menjadi penanda bagi pendaki yang mengikuti prosedur resmi. “Gelang RIFD akan mulai diberlakukan saat pembukaan nanti. Tujuannya untuk keselamatan dan mempermudah pencarian pendaki hilang. Tapi sekaligus penanda. Kalau ditemukan pendaki tanpa gelang tersebut, maka kemungkinan besar ilegal dan akan langsung diamankan petugas di jalur pendakian,” kata Agus Deni.
Dengan sistem ini, pihak taman nasional berharap pendaki dapat lebih cerdas, tidak naik secara ilegal, dan menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Jadi kami harap dengan telah dibukanya lagi pendakian, diharapkan para pendaki menjadi pendaki cerdas yang tidak naik secara ilegal serta tetap menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.
Penutupan selama enam bulan memberi waktu bagi pihak taman nasional untuk membersihkan jalur dan memperbaiki infrastruktur. Kini, dengan sistem RFID dan kuota tetap, diharapkan pendakian dapat berlangsung aman dan teratur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
