Gunung Karangetang Meletus, Lava Mengalir ke 3 Arah
Gambar atau konten salah?
Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali meletus pada Minggu malam. Kepala Balai Pengamatan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi-Maluku, Zakarias Dedu Ghele Raja, menyampaikan erupsi terjadi pukul 19.14 Wita dari Kawah Utara.
Letusan diawali dengan tipe strombolian atau eksplosif lemah. Tingginya sekitar 100 meter. Suara dentuman terdengar pada malam itu. Setelah letusan eksplosif, aktivitas berlanjut menjadi erupsi efusif. Aliran lava keluar dan menyebar ke beberapa arah.
Menurut Zakarias, aliran lava mengarah ke utara sejauh sekitar 1.000 meter dari Kawah Utara. Lalu sekitar 400 meter ke arah barat-barat daya. Dan sekitar 1.000 meter ke arah selatan dari Kawah Utara.
Meski terjadi erupsi, status Gunung Karangetang masih berada di Level II atau Waspada. Warga diminta menjauhi radius 1,5 kilometer dari kawah. Larangan ini berlaku untuk Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (Selatan).
Pengamatan selama 24 jam pada 12 Juli 2026 menunjukkan cuaca di sekitar gunung cerah hingga mendung. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal. Tinggi asap mencapai 50-100 meter di atas puncak.
Selain satu kali letusan, tercatat satu kali gempa hembusan. Empat kali tremor non-harmonik. Satu gempa hybrid. Dua gempa vulkanik dangkal. Satu gempa vulkanik dalam. Dan 14 kali gempa tektonik jauh.
Zakarias mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawasan puncak. Tidak melakukan pendakian di zona bahaya. Area perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya sejauh 2,5 kilometer juga harus dihindari.
Pihaknya meminta warga tetap waspada terhadap potensi guguran lava dan awan panas guguran. Material lava yang masih menumpuk dan belum stabil bisa menyebabkan guguran kapan saja. Potensi ini mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat hingga barat daya.
Warga yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang diminta meningkatkan kewaspadaan. Ancaman lahar hujan dan banjir bandang bisa mengalir hingga ke wilayah pantai.
Gunung Karangetang adalah salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Erupsi sebelumnya juga pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Status waspada berarti masih ada potensi bahaya, meski tidak dalam level siaga atau awas. Masyarakat di sekitar gunung sudah terbiasa dengan aktivitas vulkanik ini, tetapi tetap harus mengikuti arahan petugas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
BNI Beri Cashback Rp15 Juta untuk Pembelian ORI030
Pasien RSUD Buol Tewas Saat Evakuasi Gempa M 5,4
Wali Kota Bandung Kembali Bekerja Usai Dirawat karena Vertigo
SDN 8 Kranji Hanya Terima 3 Murid Baru
Polisi Kawal Ibu Hamil, Bayi Lahir di Mobil
Ribuan Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi di Grebeg Sura
Penumpang Gugat United dan Delta karena Kursi Tanpa Jendela
Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026
