Pasien RSUD Buol Tewas Saat Evakuasi Gempa M 5,4

Kartika D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pasien RSUD Buol Tewas Saat Evakuasi Gempa M 5,4

Gambar atau konten salah?

Seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol, Sulawesi Tengah, meninggal dunia saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 20.46 WIB atau 21.46 Wita.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Moh. Kachfi Mardjuni, menjelaskan bahwa kepanikan melanda saat gempa terjadi. Seluruh pasien di RSUD Buol langsung dievakuasi keluar gedung. Namun, satu orang dilaporkan meninggal dalam proses evakuasi tersebut.

"Iya, yang meninggal pasien RSUD Buol, karena panik, dan serangan jantung," kata Moh. Kachfi Mardjuni kepada wartawan, Senin, 13 Juli 2026.

Gempa ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan. Kachfi menyebutkan beberapa di antaranya adalah Kantor Mal Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan RSUD Buol, Kantor Inspektorat, Rumah Makan Daeng Sugi di Leok II, dan rumah warga di Lingkungan Bundo.

Belum ada keterangan resmi mengenai berapa banyak pasien yang harus dievakuasi akibat kerusakan ruang perawatan tersebut. Namun, Kachfi memastikan situasi kini sudah kembali kondusif. Warga yang sempat mengungsi ke pegunungan karena khawatir akan gempa susulan sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.

"Situasi sudah kondusif, sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing, namun BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan," imbuhnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab gempa ini. Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis BMKG menunjukkan parameter gempa telah diperbarui menjadi magnitudo 5,1 dengan kedalaman 21 kilometer.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,1 pada kedalaman 21 km," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangannya, Senin, 13 Juli 2026.

Wijayanto menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa bumi dangkal. Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik geser atau oblique-thrust.

Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di wilayah Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol. Sementara itu, skala III MMI terasa di Kota Parigi, Kota Marisa, dan Kota Tilamuta.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi," jelasnya.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa dampak gempa tidak selalu langsung dari guncangan fisik. Kepanikan massal bisa menjadi ancaman serius, terutama di fasilitas kesehatan yang penuh dengan pasien dalam kondisi lemah. Gempa dangkal seperti ini memang sering terasa kuat meskipun kekuatannya tidak terlalu besar, dan wilayah pesisir Sulawesi Tengah termasuk daerah yang rawan terhadap aktivitas subduksi.

gempa Buolpasien meninggalevakuasi RSUDkepanikanserangan jantungkerusakan bangunansubduksi

Komentar

Memuat komentar...