Gus Yahya Maju Lagi di Muktamar NU, Singgung Dunia Baru
Gambar atau konten salah?
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode 2021-2026, KH Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, mengumumkan akan kembali maju sebagai calon dalam Muktamar NU ke-35. Acara besar ini rencananya digelar di Jombang. Saat menyampaikan harapannya, Gus Yahya menyinggung soal perang global dan lahirnya tatanan dunia yang sama sekali baru.
Pernyataan itu ia sampaikan saat berkunjung ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada hari Minggu, 12 Juli 2026. Menurut Gus Yahya, NU saat ini sedang berada di titik yang sangat penting. Organisasi ini memasuki abad kedua di tengah perubahan besar. Bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di panggung internasional. "Akan ada dunia baru," ujarnya tegas.
Gus Yahya mengaku sudah berdiskusi soal perubahan dunia ini dengan Menteri Luar Negeri, Sugiono. Keduanya sepakat bahwa perang yang sedang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran beserta sekutunya telah memicu perubahan yang luar biasa. Perang ini, kata Gus Yahya, akan membangun struktur dunia baru. Keadaan tidak akan pernah kembali seperti semula. Ia membandingkannya dengan pandemi COVID-19.
"Ibaratnya seperti COVID-19 yang memunculkan kenormalan baru yang tidak bisa balik lagi. Ini juga begitu, ke depan ada dunia baru. Kita harus berpikir secara strategis, termasuk nanti para ulama hadir di tengah-tengah dunia baru. Sehingga harus memahami betul seluk-beluk dunia baru dan bagaimana di tengah-tengah konstruksi yang baru itu, NU bisa berfungsi lebih baik, lebih strategis dan lebih nyata manfaatnya bagi semua manusia," jelas Gus Yahya panjang lebar.
Harapan ini, lanjutnya, sejalan dengan pesan dasar yang sering ia dengar dari berbagai riwayat yang disampaikan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Beliau adalah salah satu ulama pendiri NU sekaligus pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Gus Yahya berharap muktamar kali ini mendapat berkah dari KH Wahab Hasbullah dan para pendiri NU lainnya.
"Mudah-mudahan muktamar ini di bawah naungan berkah KH Wahab Hasbulloh serta pada muazis pendiri NU yang lain, menghasilkan keputusan-keputusan yang tepat sebagai landasan bagi masa depan NU yang lebih baik, lebih gemilang, lebih manfaat dan lebih berkah," tandasnya.
Sebelum menyampaikan pidatonya, Gus Yahya lebih dulu bersilaturahmi ke Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas. Ia tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Di sana, ia disambut oleh Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, KH Hasib Wahab Chasbullah, dan Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU) Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam di ruang utama Ndalem Kasepuhan pondok pesantren tersebut, yang berlokasi di Desa Tambakrejo, Kecamatan dan Kabupaten Jombang.
Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sendiri telah ditunjuk sebagai tuan rumah untuk Muktamar NU ke-35. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Desember 2026. Dengan latar belakang perubahan global yang begitu cepat, muktamar kali ini menjadi ajang bagi para ulama untuk merumuskan langkah strategis NU di masa depan. Gus Yahya menekankan pentingnya memahami dunia baru agar organisasi bisa memberikan manfaat yang lebih nyata bagi semua orang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pelukis Lamongan Banjir Order Lukisan Messi-Ronaldo
Bediding Landa Kota Batu, Suhu Tembus 11 Derajat
Gus Yahya Bahagia Muktamar NU di Tambakberas
Lonjakan Penumpang KAI di Surabaya Capai 39.320 Orang
MPLS Jatim Dimulai, Banyak Sekolah Sepi Murid
Menteri Minta Riset UNIDA Gontor Bermanfaat Langsung ke Masyarakat
Berita Terbaru
Gus Yahya Maju Lagi di Muktamar NU, Singgung Dunia Baru
Harga Tiket Perempatfinal Piala Dunia Anjlok, AS dan Portugal Tersingkir
ANOA Token Rilis PickMe, Platform Web3 untuk Uji Coba Game
Prabowo Kecam Tamu Asing yang Merampok
Komedian Temon Meninggal Dunia Pagi Ini
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Pelukis Lamongan Banjir Order Lukisan Messi-Ronaldo