Haaland Makan Jantung dan Hati Sapi, Ahli Sebut Bahaya

Teguh A. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Haaland Makan Jantung dan Hati Sapi, Ahli Sebut Bahaya

Gambar atau konten salah?

Kebiasaan makan para atlet papan atas selalu menarik untuk dibahas. Salah satu yang paling mencuri perhatian belakangan ini adalah pola makan Erling Haaland, penyerang Manchester City asal Norwegia. Dalam sebuah dokumenter berjudul Haaland: The Big Decision, Haaland mengungkapkan bahwa ia rutin mengonsumsi jeroan, tepatnya jantung dan hati sapi, sebagai bagian dari menu hariannya.

"Kalian mungkin tidak makan ini, tetapi saya sangat peduli untuk menjaga tubuh saya," kata Haaland dalam dokumenter tersebut, seperti dikutip dari berbagai sumber. Ia menambahkan, "Saya rasa makan makanan berkualitas dengan bahan yang berasal sedekat mungkin dari tempat tinggal adalah hal yang paling penting. Banyak yang mengatakan daging itu tidak baik, tetapi daging yang mana? Daging yang dibeli di restoran? atau sapi lokal yang memakan rumput di sana? Saya makan jantung dan hati."

Pernyataan ini langsung memicu diskusi luas. Jeroan, yang selama ini sering dianggap tidak sehat atau bahkan dihindari banyak orang, ternyata menyimpan nutrisi yang cukup lengkap. Namun, para ahli mengingatkan bahwa meniru pola makan atlet profesional seperti Haaland tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap orang punya kebutuhan tubuh yang berbeda, dan konsumsi jeroan perlu disertai pemahaman yang matang.

Jantung dan hati sapi yang dipilih Haaland bukanlah jeroan sembarangan. Kedua organ ini dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi, serta kaya akan berbagai vitamin dan mineral penting. Berdasarkan data dari USDA FoodData Central, dalam setiap 100 gram jantung sapi terkandung energi sebesar 165 kkal, protein 28,5 gram, lemak 4,7 gram, dan karbohidrat 0,15 gram. Kandungan protein yang tinggi ini menjadikan jantung sapi sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup baik.

Sementara itu, berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), setiap 100 gram hati sapi mengandung energi 132 kkal, protein 19,7 gram, lemak 3,2 gram, dan karbohidrat 6 gram. Hati sapi juga dikenal sebagai salah satu sumber mikronutrien yang sangat kaya, terutama zat besi, vitamin B12, vitamin A, folat, dan tembaga. Zat-zat ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan membantu proses pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh.

Kandungan protein pada jantung dan hati sapi juga berperan dalam pembentukan serta perbaikan jaringan tubuh, termasuk otot yang mengalami tekanan setelah aktivitas fisik dan latihan berat. Inilah mengapa jeroan bisa menjadi pilihan yang menarik bagi atlet yang membutuhkan pemulihan otot yang cepat dan efisien.

Meski kaya nutrisi, para ahli gizi menekankan bahwa jeroan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Jantung dan hati sapi memang menawarkan kandungan gizi yang mengesankan, tetapi pola makan atlet profesional seperti Haaland tidak bisa diikuti begitu saja tanpa memperhatikan jumlah konsumsinya. Jeroan juga mengandung kolesterol dan purin yang cukup tinggi. Terutama pada hati sapi, kandungan vitamin A yang sangat tinggi juga perlu menjadi perhatian.

Asupan vitamin A yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan vitamin A di dalam tubuh. Kondisi ini, yang dikenal sebagai hipervitaminosis A, bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti kerusakan hati, nyeri tulang, dan bahkan pusing berat. Hingga saat ini, belum ada batas konsumsi jeroan harian yang berlaku secara umum. Namun, karena kandungan kolesterol dan vitamin A yang tinggi, jeroan sebaiknya tidak menjadi menu konsumsi setiap hari.

Sebagai panduan praktis, para ahli menyarankan agar konsumsi jeroan dibatasi sekitar 1 hingga 2 porsi kecil dalam satu kali makan, dan dilakukan hanya 1 hingga 2 kali dalam seminggu. Pola makan ini harus tetap diimbangi dengan sumber protein lain seperti ikan, ayam, telur, dan kacang-kacangan. Bagi yang tertarik mencoba kebiasaan Haaland, kuncinya bukan memperbanyak jumlah jeroan, melainkan menempatkannya sebagai salah satu variasi sumber protein di antara pilihan lainnya.

Perhatian lebih perlu diberikan bagi mereka yang memiliki kadar asam urat tinggi, gangguan metabolisme kolesterol tertentu, atau kondisi kesehatan lain yang memerlukan pembatasan asupan lemak dan purin. Dalam kondisi tersebut, jumlah konsumsi jeroan mungkin perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengubah pola makan secara drastis sangat dianjurkan.

Di tengah hiruk-pikuk dunia sepak bola, kebiasaan makan Haaland ini menjadi pengingat bahwa tidak ada satu pun pola makan yang cocok untuk semua orang. Apa yang berhasil untuk seorang atlet elit belum tentu cocok untuk masyarakat umum. Kuncinya adalah keseimbangan, variasi, dan pemahaman akan kebutuhan tubuh masing-masing.

pola makanjeroanjantung sapihati sapiproteinkolesterolvitamin Akeseimbangan

Komentar

Memuat komentar...