Hamza Abdelkarim: Calon Pengganti Salah di Mesir untuk tim
Gambar atau konten salah?
Mesir sedang menyiapkan generasi baru di tim nasionalnya, dan Hossam Hassan, pelatih utama, menilai Hamza Abdelkarim sebagai calon penerus Mohamed Salah. Sosok muda ini, berusia 18 tahun, sudah dikenal sebagai wonderkid Barcelona dan mulai menarik perhatian menjelang Piala Dunia 2026.
Meskipun namanya belum seterkenal Salah atau Omar Marmoush, Hossam Hassan melihat potensi besar dalam diri Hamza. Ia menilai bahwa pemain ini memiliki kualitas yang dapat melanjutkan tongkat estafet yang selama ini dipegang Salah.
"Kami melihat banyak potensi dalam diri Hamza, mulai dari kepribadiannya, kemampuan tekniknya, ambisinya, dan apa yang ingin dia capai sebagai pemain," kata Hossam Hassan seperti dilansir ESPN.
Keputusan Hamza dipanggil ke skuad Mesir tidak terlepas dari sejarahnya yang belum memiliki pengalaman bersama tim nasional senior sebelum tahun ini. Namun, ia sudah menunjukkan performa yang kuat di level klub.
Beberapa pekan terakhir menjadi periode penting bagi Hamza. Ia sempat dipinjam dari Al Ahly pada Februari 2024, lalu Barcelona mempermanenkan statusnya pada 10 Juni 2024 dengan nilai transfer sekitar 1,5 juta euro.
Menurut Hossam Hassan, perkembangan Hamza sudah terlihat sejak lama. Ia menilai bahwa pemain ini bermain di level yang sangat tinggi dan bahkan sudah terlalu bagus untuk level sepakbola usia muda.
"Dia bermain di level yang sangat tinggi dan bahkan sudah terlalu bagus untuk level sepakbola usia muda. Saya melihat pengaruh positif yang dia berikan pada tim saat Piala Dunia U-17 2025 dan saya mengikuti semua pertandingan dia bersama Barcelona," ujar Hossam Hassan.
Debut Hamza di Barcelona Juvenil menandai momen penting. Ia mencetak gol pada pertandingan pertamanya melawan SD Huesca, penampilan yang membuat Hossam Hassan yakin bahwa Hamza memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.
"Mungkin ini mengejutkan bagi sebagian orang, tetapi dia memiliki semua kualitas pemain hebat. Dia sudah membuktikannya di Barcelona. Ketika seorang pemain tampil untuk salah satu klub terbesar di dunia, dia bisa memberikan pengaruh yang sangat positif bagi sepakbola Mesir, bahkan mungkin dalam waktu dekat," katanya.
Mesir tidak hanya mengandalkan satu pemain. Hossam Hassan menegaskan bahwa negara ini memerlukan kontribusi semua pemain secara kolektif.
"Mesir bukan hanya tentang Mohamed Salah. Ini tentang semua pemain dan bagaimana mereka tampil secara kolektif," ucap Hossam Hassan. "Saya berharap mereka bisa menjawab ekspektasi di panggung dunia. Kami memiliki banyak talenta selain Salah dan Omar Marmoush."
Regenerasi tim sudah mulai terlihat. Dari skuad yang dibawa ke Piala Dunia 2026, sebanyak 12 pemain berusia di atas 30 tahun. Salah sendiri akan berusia 34 tahun saat Mesir menghadapi Belgia di fase grup. Karena itu, pemain muda seperti Hamza dipersiapkan sebagai fondasi masa depan.
"Pemain-pemain baru adalah masa depan tim, masa depan negara, dan masa depan sepakbola Mesir," kata Hossam Hassan. "Hamza adalah pemain hebat yang akan membuat para suporter terkejut, bersama Salah dan Marmoush tentunya. Mereka adalah talenta yang akan memberikan kontribusi besar untuk sepakbola Mesir dalam jangka panjang."
Dengan strategi yang menyeimbangkan pemain senior dan muda, Mesir mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan internasional. Fokus pada pengembangan bakat dan kerjasama tim menjadi kunci untuk menjaga posisi mereka di kancah sepakbola dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tanjung Verde Hadapi Spanyol di Piala Dunia 2026 di Atlanta
Marc Klok Persib Siap Menonton Piala Dunia 2026 di Miami
Jepang Imbang 2-2 vs Belanda, Tekad Tahan AT&T Stadium
Jakarta Luncurkan Program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Pakistan Tolak Kabar Ikut FIFA ASEAN Cup 2026, Takut
Caleta-Car: Kroasia Siap Hadapi Inggris di AT&T Stadium
Berita Terbaru
Hamza Abdelkarim: Calon Pengganti Salah di Mesir untuk tim
PixVerse R1: AI Real-Time World Model di GCS 2026 Shenzhen
BGN Maksimalkan 21.801 Motor Listrik dan Perlengkapan IT
Niat Puasa Muharam 1-10: Cara Membaca dan Keutamaan Asyura
Jalan Sehat 1448 Hijriah Surabaya: Masyarakat Berpartisipasi
Batu Lingga Prasasti Klaten Dipindahkan ke Museum Klaten
Suzuki Grand Vitara SHVS Efisien 18,3 km/L di Tanah Pegunungan