Niat Puasa Muharam 1-10: Cara Membaca dan Keutamaan Asyura

Wati N. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Niat Puasa Muharam 1-10: Cara Membaca dan Keutamaan Asyura

Gambar atau konten salah?

Niat Puasa 1‑10 Muharam merupakan bagian penting bagi yang ingin menunaikan puasa sunnah di bulan yang penuh makna ini. Bulan Muharam, sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, sering dipilih untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa. Puasa Asyura pada hari ke‑10 menjadi yang paling dikenal, namun puasa pada hari ke‑1 sampai ke‑9 juga dianjurkan.

Untuk melaksanakan puasa tersebut, niat harus dibaca dengan benar. Niat adalah pernyataan hati yang menyatakan tujuan berpuasa. Meskipun puasa Muharam bersifat sunnah, umat Islam tetap disarankan mengetahui bacaan niat yang tepat serta waktu terbaik membacanya.

Niat Puasa 1‑8 Muharam berisi kalimat: نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى (Latin: Nawaitu shauma asy-syahri al-muharrami sunnatan lillāhi ta'ālā). Artinya: “Aku berniat puasa sunnah di bulan Muharam karena Allah Ta'ala.” Niat ini bersumber dari hadits yang menyebut puasa di Muharam sebagai yang terbaik setelah puasa Ramadan.

Puasa pada tanggal 9 Muharam, dikenal sebagai Puasa Tasua, memiliki niat: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى (Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ). Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah Ta'ala.”

Puasa pada tanggal 10 Muharam, Puasa Asyura, memiliki niat: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى (Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ). Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala.” Puasa Asyura dikenal memiliki keutamaan besar, salah satunya menghapus dosa setahun sebelumnya.

Waktu terbaik untuk membaca niat puasa Muharam biasanya di malam hari, setelah matahari terbenam hingga sebelum fajar. Namun, karena bersifat sunnah, masih diizinkan membaca niat setelah fajar hingga sebelum waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan atau minum.

Berikut bacaan niat puasa Muharam di siang hari, menurut MUI: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ أَدَاءَ سُنَّةِ شَهْرِ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى (Latin: Nawaitu shauma hādzal yaumi adā'i sunnati syahri Muharrami lillāhi ta'ālā). Artinya: “Aku berniat puasa pada hari ini untuk menunaikan puasa sunnah bulan Muharam karena Allah Ta'ala.”

Untuk puasa Tasua atau Asyura di siang hari, bacaan niatnya: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى (Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatit Tasû'â awil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ). Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah Ta'ala.”

Namun, beberapa ulama berpendapat tidak boleh menyusun niat puasa Tasua dan Asyura di siang hari, karena puasa tidak akan dihitung sebagai satu hari penuh. Meskipun begitu, jika niat disusun kemudian, puasa tetap sah namun tetap menjadi puasa sunnah mutlak.

Berikut jadwal puasa 1‑10 Muharam 1448 H, berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama RI:
• 1‑8 Muharam: Selasa, 16 Juni 2026 sampai Selasa, 23 Juni 2026
• 9 Muharam (Tasua): Rabu, 24 Juni 2026
• 10 Muharam (Asyura): Kamis, 25 Juni 2026

Keutamaan berpuasa di bulan Muharam dapat dirangkum dalam beberapa poin penting. Pertama, puasa di bulan Muharam dianggap sebagai yang paling utama setelah puasa Ramadan. Abu Hurairah RA menyampaikan: “Puasa yang lebih utama setelah puasa di bulan Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam dan sholat yang lebih utama setelah sholat fardhu adalah sholat di tengah malam (tahajud).”

Keutamaan kedua adalah menghapuskan dosa setahun yang lalu. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa hari Asyura itu menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu.” (HR. Muslim). Puasa Asyura pada hari ke‑10 memberikan manfaat spiritual yang besar.

Keutamaan ketiga adalah memperingati hari baik dalam Islam. Nabi SAW pernah bertanya kepada orang Yahudi tentang hari Asyura, dan mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil. Nabi SAW kemudian berpuasa dan memerintahkan sahabatnya untuk berpuasa pada hari tersebut.

Keutamaan keempat adalah mengikuti Sunnah Rasulullah SAW. Nabi SAW menegaskan bahwa puasa Asyura adalah puasa yang sangat senang dilakukan. Ibnu Abbas RA mencatat, “Aku tidak pernah melihat Nabi SAW benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamannya daripada puasa pada hari ini hari Asyura dan pada bulan ini, yaitu bulan Ramadan.”

Keutamaan kelima adalah mematuhi anjuran Rasulullah SAW. Meskipun Nabi belum sempat melaksanakan puasa Tasua, beliau telah berniat. Ia berkata, “Jika demikian, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan, insya Allah.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan pentingnya mengikuti sunnah dalam berpuasa.

Dengan memahami niat, waktu membaca, jadwal, dan keutamaan puasa di bulan Muharam, para muslim dapat menunaikan ibadah sunnah ini dengan lebih sadar. Puasa di bulan Muharam bukan sekadar menahan lapar, melainkan juga memperkuat hubungan spiritual dan menegaskan komitmen terhadap ajaran Islam.

Puasa di bulan Muharam, khususnya Asyura, membawa banyak manfaat bagi jiwa. Selain menghapus dosa, puasa ini juga mengingatkan umat tentang sejarah penting dan nilai-nilai keagamaan. Melalui niat yang tepat dan pemahaman keutamaan, puasa di bulan Muharam menjadi sarana untuk memperdalam iman dan meningkatkan kesadaran spiritual.

Puasa MuharamNiat PuasaAsyuraTasuaKeutamaanJadwalSunnah

Komentar

Memuat komentar...