Pakistan Tolak Kabar Ikut FIFA ASEAN Cup 2026, Takut
Gambar atau konten salah?
Pakistan menolak kabar akan ikut serta di FIFA ASEAN Cup 2026. Spekulasi muncul setelah kabar bahwa turnamen pertama ini akan menambah peserta dari luar Asia Tenggara, termasuk Hong Kong, India, dan Pakistan.
Federasi Sepakbola Pakistan (PFF) mengklarifikasi lewat akun resminya bahwa tidak ada informasi resmi tentang partisipasi mereka. PFF menulis, “Spekulasi mengenai rencana Pakistan di masa mendatang yang ramai dibicarakan di media sosial belum mendapat konfirmasi dari PFF. Mohon mengonfirmasi hal tersebut kepada PFF sebelum menyebarkan informasi.”
Kalimat tersebut sekaligus menolak rumor tentang keikutsertaan Pakistan. Hingga kini, FIFA belum mengumumkan format atau daftar peserta secara rinci. Turnamen ini pertama kali dijanjikan pada Maret 2026, namun belum ada pembaruan resmi mengenai mekanisme kompetisi atau negara yang akan berpartisipasi.
Menurut beberapa laporan, FIFA ASEAN Cup akan digelar pada periode September hingga Oktober 2026. Namun jadwal pasti masih menunggu pengumuman resmi dari FIFA.
Di tengah kekosongan informasi, muncul kabar bahwa turnamen akan menggunakan format dua divisi. Indonesia dikabarkan menjadi tuan rumah Divisi 1, sementara Hong Kong disebut berpeluang menggelar pertandingan Divisi 2. Format ini diyakini menjadi cara membedakan FIFA ASEAN Cup dengan Piala AFF yang sudah lebih lama menjadi turnamen rutin negara-negara Asia Tenggara.
PSSI belum dapat memberikan banyak detail. Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengatakan federasi masih menunggu penjelasan resmi dari FIFA. Ia berkata, “Belum. Ada pembahasan, salah satu pembahasannya ada ke sana lah. Jadi kita tunggu saja. Karena belum diumumkan kan, tunggu yang mengumumkan lah.”
Karena belum ada pengumuman resmi, kabar tentang format, tuan rumah, dan peserta masih sebatas spekulasi. Pakistan menjadi negara pertama yang secara terbuka menolak rumor keikutsertaannya dalam turnamen tersebut.
Secara keseluruhan, FIFA ASEAN Cup 2026 masih berada di tahap awal persiapan. Tanpa pengumuman resmi, semua detail tetap bersifat spekulatif, dan para pihak terkait menunggu konfirmasi dari FIFA.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
