Harga BBM Subsidi Tetap Stabil Hingga 2026, Tanpa Kenaikan

Hendra M. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Harga BBM Subsidi Tetap Stabil Hingga 2026, Tanpa Kenaikan

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia mengumumkan lewat Kementerian Keuangan dan Kemenko Bidang Perekonomian bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite akan tetap stabil hingga akhir Desember 2026. Namun, belum ada kepastian untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax.

Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, “Sampai saat ini hanya harga BBM subsidi yang sudah mendapat kepastian. Sementara BBM nonsubsidi masih terus dikaji hingga menemukan formulasi yang tepat. Setelah pengkajian selesai, pasti akan segera disampaikan ke publik.”

Airlangga menambahkan bahwa kebijakan ini tergantung pada harga minyak dunia. Ia mengatakan, “Selama harga minyak tidak lebih dari US$ 97 per barel secara rata-rata, maka harga BBM ini bisa kita pertahankan sampai bulan Desember tahun ini.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menginformasikan bahwa pemerintah sedang berunding dengan badan usaha swasta untuk menentukan harga BBM nonsubsidi. Ia menegaskan, “Menyangkut dengan harga BBM nonsubsidi ini, kita lagi melakukan pembahasan. Nah, pembahasan ini sudah barang tentu melibatkan juga badan swasta lainnya. Dan sampai dengan sekarang, kita lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana.

Hingga saat ini, harga BBM nonsubsidi Pertamina maupun SPBU swasta belum mengalami penyesuaian pada bulan April. Pemerintah menekankan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Dengan kondisi ini, pemerintah tetap menunggu hasil pengkajian terkait BBM nonsubsidi. Setelah keputusan final, publik akan segera diberitahu. Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan kestabilan harga di pasar.

Harga BBM subsidiPertalitePertamaxBBM nonsubsidiHarga minyak duniaUS$97 per barelKementerian KeuanganStabilitas ekonomi

Komentar

Memuat komentar...