Harga Minyak Bangkit 8% di Tengah Ancaman Blokade AS

Wati N. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Harga Minyak Bangkit 8% di Tengah Ancaman Blokade AS

Gambar atau konten salah?

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran gagal, dan AS bahkan mengancam blokade kapal di Selat Hormuz. Situasi ini memicu lonjakan harga minyak dunia.

Pada Senin, 13 April 2026, harga minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Mei 2026 melonjak hampir 8 % menjadi US$ 104,20 per barel pada pukul Minggu sore. Sementara itu, patokan internasional Brent untuk pengiriman Juni 2026 naik 7 % menjadi US$ 101,86 per barel.

Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) mengumumkan pada hari Minggu bahwa militer akan memblokade semua lalu lintas maritim masuk dan keluar pelabuhan Iran pada hari Senin pukul 10.00 waktu setempat (eastern time/ET). Namun AS menegaskan tidak akan menghalangi kapal yang hanya transit dari dan ke pelabuhan non-Iran.

Presiden Donald Trump pertama kali mengumumkan ancaman tersebut pada hari Minggu. Ia menulis di media sosial Truth: “Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses blokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,”. Trump juga mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran untuk memecah kebuntuan dalam pembicaraan damai, menurut informasi yang bocor ke The Wall Street Journal.

Ancaman ini muncul setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan di Pakistan. Harga minyak terus naik, menandakan ketidakpastian di pasar energi global.

Kenaikan harga minyak berhubungan langsung dengan ketegangan geopolitik di wilayah strategis. Pasar menunggu perkembangan selanjutnya.

Selat HormuzKenaikan harga minyakAS dan IranBlokade kapalDonald TrumpCENTCOMBrent

Komentar

Memuat komentar...