Harga Minyak Dunia Turun, Trump Tunda Serangan ke Iran
Gambar atau konten salah?
Harga minyak dunia turun setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda serangan militer ke Iran.
Keputusan ini diambil setelah Trump menerima permintaan langsung dari pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Mereka meminta penundaan agar eskalasi tidak mengganggu pasokan minyak mentah global.
Menurut data yang dipublikasikan pada Selasa, 19 Mei 2026, harga minyak mentah masih berada di atas level US$ 100 per barel. Brent berjangka internasional untuk pengiriman Juli turun lebih dari 2% menjadi US$ 109,15 per barel. Sementara West Texas Intermediate berjangka turun 1,27% menjadi US$ 107,28 per barel.
Analisis dari ING menunjukkan pasar minyak global masih memperhitungkan gangguan pasokan di Timur Tengah. Harapan bahwa China akan menengahi pembicaraan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping tampak gagal terwujud.
Perbankan dan jasa keuangan melaporkan bahwa beberapa aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz tetap berjalan. Kapal tanker minyak mentah dan pengiriman minyak Irak menuju Vietnam masih berlangsung, meskipun arus jauh di bawah tingkat normal dan dapat memburuk dengan cepat.
Keputusan Trump menunda serangan ke Iran menandai langkah diplomatik yang mempengaruhi pasar energi. Harga minyak turun, namun tetap tinggi, mencerminkan ketidakpastian yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Secara keseluruhan, situasi menunjukkan bahwa meski ada penurunan harga, pasokan minyak masih terancam oleh ketegangan di Timur Tengah. Pasar tetap sensitif terhadap setiap perubahan kebijakan dan dinamika geopolitik di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
