Harga Pertamax Sumsel Naik 32% Menjadi Rp16.650/Liter

Rini S. · 2 min baca · 11 jam lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Harga Pertamax Sumsel Naik 32% Menjadi Rp16.650/Liter

Gambar atau konten salah?

Harga Pertamax di wilayah Sumatera Selatan mengalami kenaikan signifikan, naik dari Rp 12.600 menjadi Rp 16.650 per liter. Penyesuaian ini diumumkan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, pada hari Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Deru, kenaikan harga BBM non‑subsidi Pertamax merupakan Indonesia Crude Price (ICP) yang terus berfluktuasi. Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga mengikuti perkembangan pasar internasional, sehingga tidak menambah beban bagi masyarakat.

"Pertamax itu kan non‑subsidi. Jadi kalau harga internasional minyak naik, ya disesuaikan. Yang penting yang bersubsidi tidak naik. Pertalite tidak naik, solar juga tidak naik," kata Herman Deru, Rabu, 10 Juni 2026.

Deru menekankan bahwa pemerintah menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tidak membebani masyarakat. Sementara untuk BBM non‑subsidi, penyesuaian harga merupakan mekanisme yang berlaku sesuai kondisi pasar global.

"Kita ngajak kepada semua pemilik kendaraan, kalau yang merasa tidak layak mengisi minyak subsidi, ya tidak usah. Itu memang untuk masyarakat yang layak, termasuk kendaraan niaga dan lainnya," ujar Herman Deru.

Gubernur juga menyoroti kondisi perekonomian Sumatera Selatan yang masih berada dalam tren positif. Menurut data statistik, pertumbuhan ekonomi daerah tetap berada di atas 5 persen, dan angka kemiskinan terus menurun. Ia menambahkan bahwa kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat memberikan tantangan bagi sebagian sektor, namun juga membawa dampak positif bagi kelompok tertentu, seperti petani komoditas ekspor.

"Sebagian masyarakat juga merasakan dampak positifnya, seperti petani karet yang harganya naik. Tapi kita ingin secara umum tetap stabil, sehingga daya beli masyarakat tidak turun dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga," pungkasnya.

Secara keseluruhan, penyesuaian harga Pertamax di Sumsel mencerminkan reaksi pemerintah terhadap dinamika pasar minyak global, sambil berusaha menjaga kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat di daerah.

Harga PertamaxSumatera SelatanBBM non‑subsidiKenaikan hargaPemerintah stabilitasPerekonomian Sumatera SelatanNilai tukar dolarPetani karet

Komentar

Memuat komentar...