Harga Solar Naik, Pembeli Mobil Diesel Menunda Pembelian

Wahyu T. · 2 min baca · 3 jam lalu · 10 dibaca
Bisik.id
Harga Solar Naik, Pembeli Mobil Diesel Menunda Pembelian

Gambar atau konten salah?

Harga solar nonsubsidi yang melonjak drastis membuat banyak konsumen menunda pembelian mobil diesel. Anton Jimmy Suwandy, CEO Auto2000, menegaskan bahwa meski ada penundaan, tidak ada pembatalan transaksi. Ia mengungkapkan hal ini saat pertemuan di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada 04 Juni 2024.

“Bulan lalu kita dengar banyak kustomer yang mungkin bukan cancel (pembelian) ya, tapi lebih ke ganti. Misal, tadinya mau beli diesel, terus ganti ke hybrid. Tapi yang lumayan banyak menunda,” ujar Anton.

“Jadi banyak berita yang bilang cancel atau drop, tapi dari sisi kami menunda. Kenapa? Karena pecinta diesel tetaplah pecinta diesel dan itu cukup banyak, terutama di Jawa Timur dan Sumatra,” tambahnya.

“Apa yang mereka tunggu sekarang ada mereka mau lihat dulu harga solarnya mengarah ke mana. Syukurnya di bulan ini sedikit ada penurunan. Jadi ini tren baik, semoga yang menunda tadi bisa mengambil keputusan,” tuturnya.

“Memang ada yang pindah ke hybrid, terutama di Jakarta dan Jawa barat yang tak terlalu fanatik dengan diesel. Tapi di daerah-daerah yang dieselnya kuat seperti Sumatra dan Jawa Timur, ini nggak gampang. Karena seumur hidupnya mereka menggunakan diesel dan diesel,” jelas Anton.

Perubahan harga ini dipicu oleh pecahnya perang di Timur Tengah, yang langsung menekan harga minyak dunia. Di Indonesia, BBM solar nonsubsidi melonjak hingga mencapai “kepala tiga”. Pertamina kini menjual Dexlite seharga Rp 23.000/liter dan Dex seharga Rp 24.800/liter. SPBU swasta juga menyesuaikan harga, namun seringkali terasa tidak masuk akal.

Selain Pertamina, BP menawarkan Ultimate Diesel seharga Rp 25.060/liter. Shell menjual V-Power Diesel seharga Rp 24.490/liter, sementara VIVO memasarkan Primus Plus seharga Rp 30.890/liter. Harga-harga ini memaksa konsumen mempertimbangkan kembali pilihan kendaraan, khususnya model Toyota Fortuner dan Innova Reborn.

Kesimpulannya, kenaikan harga solar nonsubsidi menimbulkan ketidakpastian bagi pembeli diesel, namun penurunan kecil bulan ini memberi sinyal bahwa keputusan pembelian bisa dipertimbangkan kembali. Konsumen di wilayah dengan loyalitas diesel tinggi tetap menunggu stabilitas harga sebelum melangkah.

harga solar nonsubsididieselkonsumen menundahybridperang Timur TengahPertaminaBPShell

Komentar

Memuat komentar...