Hujan Meteor Lyrid Puncak 22–23 April 2026 untuk Pengamat

Yuli S. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
Hujan Meteor Lyrid Puncak 22–23 April 2026 untuk Pengamat

Gambar atau konten salah?

Hujan meteor Lyrid akan mencapai puncaknya pada 22 April 2026 hingga 23 April 2026. Fenomena ini dapat diamati dengan jelas di belahan bumi utara saat fajar, meski di belahan selatan masih terlihat, namun intensitasnya lebih rendah.

Hujan meteor ini berasal dari komet C/1861 G1, yang juga dikenal sebagai komet Thatcher. Komet ini ditemukan pada 5 April 1861 oleh astronom A.E. Thatcher, yang memandangnya di atas rumahnya. Ia menggambarkan komet tersebut sebagai nebula tanpa ekor, dengan diameter sekitar dua hingga tiga kali diameter Jupiter, dan bersinar dengan magnitudo 7,5.

Menurut perkiraan, komet ini akan muncul kembali pada 2276, sehingga generasi saat ini tidak akan pernah menyaksikan kembali komet tersebut. Namun, debu yang tersisa dari komet tersebut bergesekan dengan atmosfer Bumi setiap tahun, menghasilkan hujan meteor Lyrid setiap bulan April.

Walaupun pencatatan komet baru dimulai pada 1861, hujan meteor Lyrid sudah diamati manusia sejak ribuan tahun lalu. Ia menjadi hujan meteor tertua yang diketahui manusia. Hubungan antara komet dan hujan meteor ini baru terungkap setelah 1833, ketika ilmuwan menemukan bahwa hujan meteor Leonid terjadi secara periodik. Mereka kemudian mencari meteor lain yang juga muncul setiap tahun.

Hubungan antara komet Thatcher dan hujan meteor Lyrid terkonfirmasi pada 1867 ketika astronom Johann Gottfried Galle menemukan catatan sejarah. Hujan meteor Lyrid telah diamati di Cina pada 687 SM dan di Korea pada 1136 M. Di Amerika Serikat, hujan meteor ini juga pernah disaksikan pada 20 April 1803 di Virginia.

Debu meteor ini meluncur dari titik di langit yang tidak jauh dari bintang Vega di rasi Lyra, sehingga dinamai Lyrid. Menurut laman Time and Table, hujan meteor Lyrid mulai aktif pada 14 April 2026 dan berakhir pada 30 April 2026. Puncak aktivitasnya terjadi pada 22–23 April 2026.

Jadwal puncak hujan meteor Lyrid dimulai pada malam 22 April dan berlanjut hingga dini hari 23 April. Secara astronomis, puncak tersebut jatuh pada 23 April 2026 pukul 02:15 WIB. Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini adalah setelah tengah malam hingga fajar. Pada kondisi ideal, pengamat dapat melihat antara 10–20 meteor per jam dengan arah pandang langit bagian timur laut, tepatnya di sekitar rasi Lyra.

Berikut beberapa cara dan tips mengamati hujan meteor Lyrid, berdasarkan informasi dari laman Space dan Pendidikan Matematika Unesa:

1. Pilih lokasi bebas polusi cahaya. Cahaya buatan dapat mengurangi jumlah meteor yang dapat dilihat. Setelah sampai di lokasi, biasanya dibutuhkan waktu 20–30 menit bagi mata menyesuaikan penglihatan dalam kegelapan.

2. Amati langit bagian timur laut mulai lewat tengah malam hingga sebelum fajar. Gunakan aplikasi astronomi di HP untuk memudahkan pencarian Lyrid. Pastikan aplikasi berada di mode malam.

3. Lakukan pengamatan dengan mata telanjang. Kilatan meteor tersebar secara acak di langit. Hindari penggunaan teleskop, karena dapat membatasi bidang pandang.

4. Siapkan kursi atau alas duduk yang nyaman untuk kenyamanan selama pengamatan.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, pengamat dapat menikmati puncak hujan meteor Lyrid pada 22–23 April 2026. Fenomena ini menawarkan pemandangan langit yang menakjubkan bagi siapa saja yang tertarik pada astronomi.

Hujan meteor Lyrid, yang telah diamati sejak zaman kuno, kini kembali hadir pada musim April 2026. Dengan persiapan yang tepat, pengamat dapat menyaksikan kilatan bintang yang menari di langit timur laut, menambah pengalaman astronomi yang berharga.

Hujan meteor Lyrid22‑23 April 2026Komet ThatcherRasi LyraObservasi malamPolusi cahaya

Komentar

Memuat komentar...