Ibrahimovic: Saya Bisa Kena Empat Kartu Merah Lawan Paraguay

Bima J. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Ibrahimovic: Saya Bisa Kena Empat Kartu Merah Lawan Paraguay

Gambar atau konten salah?

Pertandingan antara Prancis dan Paraguay di Piala Dunia 2026 berlangsung panas. Bukan cuma soal skor akhir 1-0 untuk kemenangan Prancis, tapi juga soal provokasi yang dilakukan pemain Paraguay. Zlatan Ibrahimovic, mantan striker Timnas Swedia, angkat bicara. Ia yakin bakal kena kartu merah andai dirinya yang bermain untuk Les Bleus saat itu.

Laga yang digelar di Stadion Philadelphia pada Minggu, 05 Juli 2026 dini hari WIB itu memang penuh tekanan. Gol semata wayang Kylian Mbappe dari titik putih jadi penentu kemenangan tim asuhan Didier Deschamps. Tapi jalannya pertandingan jauh dari mulus.

Pemain Paraguay melakukan banyak pelanggaran. Sikutan, tekel keras, hingga dorongan-dorongan fisik dilancarkan ke pemain Prancis. Wasit Ilgiz Tantashev tidak mengeluarkan satu kartu pun untuk Paraguay. Sebaliknya, pemain Prancis malah dapat kartu kuning karena terpancing keributan.

Ibrahimovic memberikan pandangannya. Ia menyebut tantangan sesungguhnya bukan cuma soal teknik, tapi soal pengendalian emosi. "Tantangan yang sangat berbeda bagi mereka hari ini. Ini lebih tentang bagaimana agar tidak terpancing provokasi, tetap tenang, tetap kepala dingin. Jangan sampai kehilangan kendali, dan jangan termakan trik yang mereka lakukan—pemain Paraguay," ujarnya.

Ia melanjutkan, "Memang, memang sulit. Saya bisa saja kena empat kartu merah di pertandingan ini! Dan mungkin membuat seseorang dikirim ke... Tapi ya, begitulah adanya, dan... saya lebih suka bermain... saya suka memainkan permainan yang sesungguhnya. Saya tidak suka kalau ada orang yang mencoba memprovokasi Anda. Tapi itu adalah bagian dari permainan sekaligus bukan bagian dari permainan."

Ibrahimovic memuji cara Prancis menghadapi tekanan. "Namun Prancis, mereka menunjukkan ketenangan. Mereka santai, mereka melakukan apa yang perlu mereka lakukan. Mereka membalasnya dengan senyuman—itu adalah cara terbaik untuk merespons: tersenyum, cetak gol, menangkan pertandingan, lalu pergi ke arah suporter kalian dan merayakannya. Itu—itu adalah cara terbaik untuk merespons," katanya.

Pertandingan itu sendiri dipimpin wasit asal Uzbekistan, Ilgiz Tantashev. Keputusannya tidak memberikan kartu untuk pemain Paraguay menuai sorotan. Pemain Prancis justru mendapat kartu kuning karena terlibat keributan. Sikutan, tekel keras, dan dorongan dilakukan pemain Paraguay tanpa sanksi.

Gol Mbappe dari titik putih jadi pembeda. Tapi cerita besarnya bukan cuma soal gol. Cara Prancis menahan diri jadi pelajaran tersendiri. Mereka tidak membalas provokasi dengan kekerasan, melainkan dengan senyuman dan gol.

Ibrahimovic menekankan bahwa respons terbaik adalah tetap tenang. "Mereka membalasnya dengan senyuman—itu adalah cara terbaik untuk merespons: tersenyum, cetak gol, menangkan pertandingan, lalu pergi ke arah suporter kalian dan merayakannya," katanya.

Pertandingan ini jadi contoh bagaimana tekanan fisik dan mental bisa dihadapi tanpa kehilangan fokus. Prancis tidak terpancing. Mereka tetap bermain, mencetak gol, dan menang. Paraguay, di sisi lain, melakukan permainan kasar tanpa sanksi berarti dari wasit.

PrancisParaguayprovokasikartu merahZlatan Ibrahimovickemenanganketenangan

Komentar

Memuat komentar...