Ibu Penjual Air Minum di Sleman Sukses Kuliahkan Anak di UGM

Jaka M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Ibu Penjual Air Minum di Sleman Sukses Kuliahkan Anak di UGM

Gambar atau konten salah?

Seorang ibu di Sleman, Yogyakarta, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mewujudkan mimpi anaknya. Riyanti, yang kini berjualan air minum kemasan, berhasil mendorong putrinya, Salma Nadhifah Hasna Khairiyyah, untuk diterima di Program Studi Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Perjuangan Riyanti dimulai setelah suaminya meninggal dunia pada tahun 2021. Sejak saat itu, ia menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari, ia mengantarkan air minum kemasan ke warung-warung dan pelanggan setia. Kadang dagangannya laris, kadang tidak. Dalam sebulan, penghasilannya hanya berkisar Rp 1,5 juta. Angka yang pas-pasan untuk bertahan hidup, apalagi untuk biaya pendidikan.

Namun, Riyanti tidak menyerah. Ketika Salma menyampaikan keinginannya untuk kuliah di UGM, ia langsung mendukung penuh. Meskipun saat itu ia belum tahu bagaimana cara membayar biaya pendidikan. "Salma cerita kalau dia mau kuliah. Saya bilang pokoknya semangat belajar, insyaallah ada jalannya. Meskipun ada keterbatasan ekonomi, saya tetap dukung. Tidak tahu jalannya dari mana, tapi dicoba dulu saja," jelasnya dalam laman UGM, Kamis 9 Juli 2026.

Kebahagiaan itu berlipat ganda ketika Salma mendapat kabar bahwa ia mendapatkan subsidi UKT 100 persen. "Keadaan ekonomi kini memang sulit, tetapi ternyata alhamdulillah UGM memberi subsidi sampai 100 persen dan itu di luar bayangan saya selama ini," ujar Salma.

Salma tidak pernah melupakan peran besar ibunya. Ia menyebut ibunya sebagai sosok yang kuat dan selalu hadir memberikan dukungan di setiap proses. "Peran ibu sangat penting bagi saya karena ibu sendiri yang sudah membesarkan saya dari saya kecil. Beliau adalah sosok yang kuat, yang selalu memberi saya support sampai sekarang. Saya tidak akan berada di titik ini kecuali dengan ibu saya. Makasih umi," tuturnya.

Salma kini bersiap menyambut kehidupan baru sebagai mahasiswa Psikologi UGM. Putri asal Sleman itu akan memulai babak baru dalam hidupnya pada Agustus mendatang. Kisah ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan kebijakan subsidi pendidikan bisa menjadi kunci bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih pendidikan tinggi. Tanpa subsidi UKT 100 persen dari UGM, mungkin mimpi Salma untuk kuliah akan tertunda. Tanpa perjuangan Riyanti, mungkin Salma tidak akan sampai di titik ini.

ibu tunggalperjuangan ekonomisubsidi UKTUniversitas Gadjah MadaPsikologipendidikan tinggiSlemanketerbatasan ekonomi

Komentar

Memuat komentar...