Ibu Penjual Air Minum di Sleman Sukses Kuliahkan Anak di UGM
Gambar atau konten salah?
Seorang ibu di Sleman, Yogyakarta, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mewujudkan mimpi anaknya. Riyanti, yang kini berjualan air minum kemasan, berhasil mendorong putrinya, Salma Nadhifah Hasna Khairiyyah, untuk diterima di Program Studi Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Perjuangan Riyanti dimulai setelah suaminya meninggal dunia pada tahun 2021. Sejak saat itu, ia menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari, ia mengantarkan air minum kemasan ke warung-warung dan pelanggan setia. Kadang dagangannya laris, kadang tidak. Dalam sebulan, penghasilannya hanya berkisar Rp 1,5 juta. Angka yang pas-pasan untuk bertahan hidup, apalagi untuk biaya pendidikan.
Namun, Riyanti tidak menyerah. Ketika Salma menyampaikan keinginannya untuk kuliah di UGM, ia langsung mendukung penuh. Meskipun saat itu ia belum tahu bagaimana cara membayar biaya pendidikan. "Salma cerita kalau dia mau kuliah. Saya bilang pokoknya semangat belajar, insyaallah ada jalannya. Meskipun ada keterbatasan ekonomi, saya tetap dukung. Tidak tahu jalannya dari mana, tapi dicoba dulu saja," jelasnya dalam laman UGM, Kamis 9 Juli 2026.
Kebahagiaan itu berlipat ganda ketika Salma mendapat kabar bahwa ia mendapatkan subsidi UKT 100 persen. "Keadaan ekonomi kini memang sulit, tetapi ternyata alhamdulillah UGM memberi subsidi sampai 100 persen dan itu di luar bayangan saya selama ini," ujar Salma.
Salma tidak pernah melupakan peran besar ibunya. Ia menyebut ibunya sebagai sosok yang kuat dan selalu hadir memberikan dukungan di setiap proses. "Peran ibu sangat penting bagi saya karena ibu sendiri yang sudah membesarkan saya dari saya kecil. Beliau adalah sosok yang kuat, yang selalu memberi saya support sampai sekarang. Saya tidak akan berada di titik ini kecuali dengan ibu saya. Makasih umi," tuturnya.
Salma kini bersiap menyambut kehidupan baru sebagai mahasiswa Psikologi UGM. Putri asal Sleman itu akan memulai babak baru dalam hidupnya pada Agustus mendatang. Kisah ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan kebijakan subsidi pendidikan bisa menjadi kunci bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih pendidikan tinggi. Tanpa subsidi UKT 100 persen dari UGM, mungkin mimpi Salma untuk kuliah akan tertunda. Tanpa perjuangan Riyanti, mungkin Salma tidak akan sampai di titik ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mendikdasmen Akan Angkat Pustakawan Sekolah
Siswa SMA Garuda Bulungan Belajar di Sulawesi Tenggara
390 Pelajar RI Raih Beasiswa Garuda 2026, Siap Kuliah LN
Adaksi Usul Gaji Dosen Rp20-50 Juta per Bulan
UGM Bantah Kabar Tambah Kuota Mahasiswa Baru
10 PTS Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2026, Binus Juara
Berita Terbaru
52 Ruas Tol Diusulkan Naik Tarif Tahun Ini
Viking Kampanye 'No Denda' Usai Persib Kena Sanksi Rp6 Miliar
Polisi Razia Humanis: Pelanggar Dapat Nasihat Ustaz, Tertib Dapat Teh Manis
Sultan HB X Basuh Muka di Sumberan, Sragen
Prancis Lebih Diunggulkan Atasi Maroko di Perempat Final
Lelah Berkepanjangan Bisa Jadi Tanda Awal Sakit Jantung
Petis Tien Makan 40 McNuggets Usai Dilarikan ke RS
Marquez Bidik Samai Rekor Agostini di Sachsenring
