Polisi Razia Humanis: Pelanggar Dapat Nasihat Ustaz, Tertib Dapat Teh Manis

Nurul H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Polisi Razia Humanis: Pelanggar Dapat Nasihat Ustaz, Tertib Dapat Teh Manis

Gambar atau konten salah?

Satlantas Polres Tasmalaya menggelar razia lalu lintas di Perempatan Muktamar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, pada Kamis, 09 Juli 2026. Yang menarik, cara mereka menindak pelanggar kali ini berbeda dari biasanya. Pendekatannya lebih humanis.

Pengendara yang melakukan pelanggaran ringan tidak langsung kena tilang. Mereka justru diberi wejangan oleh seorang ustaz. Wejangannya soal pentingnya keselamatan di jalan raya.

Razia ini menyasar berbagai pelanggaran. Mulai dari tidak pakai helm, tidak pakai sabuk pengaman, tidak membawa surat kendaraan, hingga pelanggaran administrasi lainnya. Ada satu momen yang menarik perhatian. Seorang ibu mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor. Ternyata, pelat nomornya disimpan di bagasi. Belum sempat dipasang setelah diambil dari bengkel.

"Saya udah takut ditilang. Saya lupa belum masangin plat nomor. Alhamdulillah polisi baik, malah saya dikasih tahu sama ustaz tadi. Jadi malu, melanggar teh," kata Aminah, warga Tasikmalaya.

Para pelanggar ringan kemudian dikumpulkan dalam satu ruangan. Mereka mendengarkan tausiah dari ustaz. Dalam penyampaiannya, ustaz mengingatkan bahwa menjaga keselamatan saat berkendara adalah kewajiban. Para pengendara juga diingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas bisa berakibat fatal. Bahkan bisa merenggut nyawa.

Seorang pengendara lain mengaku awalnya mengira akan langsung ditilang karena tidak memakai helm. "Ustaz yang ngasih ceramah ngingetin kami bahaya kecelakaan, sampai kematian. Kita sadar, Pak. Jadi ah bener juga harus pakai helm sekarang mah," ujar Ujang.

Bukan hanya memberi edukasi ke pelanggar. Polisi juga memberikan apresiasi kepada pengendara yang tertib. Pengendara yang membawa surat kendaraan lengkap, memakai helm, dan menyalakan lampu utama sepeda motor diberi segelas teh manis. Cuaca saat itu memang sedang terik.

Aris, salah satu pengendara yang menerima apresiasi, mengaku senang. "Syukur lengkap semua, malahan lampu motor juga dinyalakan. Alhamdulillah dapat teh manis dari polisi, nuhun Pak. Kalau keseharian karena jauh saya selalu lengkap semuanya," katanya.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Dian Mardiana, menjelaskan pendekatan ini adalah arahan pimpinan. Tujuannya agar penindakan tidak hanya memberi sanksi. Tapi juga mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis.

"Kami lakukan penindakan kasat mata terhadap pelanggar lalu lintas. Sesuai arahan pimpinan, pelanggar yang ringan kami kasih pemahaman dari sudut pandang agama. Kita hadirkan ustaz. Biar mereka tau kalau melanggar itu menurut agama bagaimana, maka kami hadirkan ustaz yang faham," kata Dian, Kamis, 09 Juli 2026.

Selain itu, polisi juga memberikan penghargaan kepada masyarakat yang sudah tertib berlalu lintas. "Sementara yang patuh kami berikan reward teh manis, kan cuaca lagi terik. Alhamdulillah antusias pengendara cukup baik," ujarnya.

Meski begitu, polisi tetap menindak tegas pelanggaran yang dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan. "Ada juga yang ditilang di tempat kalau pelanggaran yang berat membahayakan, seperti misalnya pemotor yang pakai knalpot brong," pungkas Dian.

Razia dengan pendekatan humanis ini menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak selalu harus keras. Memberi pemahaman lewat agama dan memberikan apresiasi sederhana seperti teh manis ternyata bisa membuat pengendara lebih sadar akan keselamatan. Namun, pelanggaran berat yang membahayakan nyawa tetap mendapat sanksi tegas.

razia humanisedukasi keselamatantausiah ustazpelanggaran ringanapresiasi teh manispenindakan tegas

Komentar

Memuat komentar...