ID FOOD Ekspor Perdana 102 Ton Udang Vaname ke AS

Vera T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
ID FOOD Ekspor Perdana 102 Ton Udang Vaname ke AS

Gambar atau konten salah?

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), yang lebih dikenal sebagai ID FOOD, baru saja mengirimkan udang vaname ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya. Pelepasan ekspor perdana ini dilakukan di Gresik, Jawa Timur, pada Rabu, 15 Juli 2026. Langkah ini membuka akses pasar baru bagi produk unggulan Indonesia dan diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, mengatakan bahwa pengiriman ini menunjukkan produk perikanan Indonesia punya potensi besar di pasar internasional. Menurutnya, ekspor perdana ini adalah langkah strategis perusahaan untuk mengembangkan pasar udang vaname. ID FOOD mengelola rantai pasok secara terintegrasi, mulai dari pembelian, pengolahan, penjualan, hingga pengapalan. Semua proses itu dipastikan berjalan sesuai standar dan kebutuhan negara tujuan.

Pada pengiriman pertama ini, ID FOOD mengirim enam kontainer udang vaname. Setiap kontainer berisi sekitar 17 ton, sehingga totalnya mencapai 102 ton. Perusahaan menargetkan pengiriman rutin sebanyak delapan kontainer setiap bulannya. Jika target itu tercapai, dengan kapasitas 17 ton per kontainer, total volume ekspor diperkirakan mencapai 136 ton udang vaname per bulan. Hingga akhir tahun 2026, ID FOOD menargetkan ekspor sebanyak 72 kontainer dengan nilai sekitar Rp 218,5 miliar.

Ghimoyo menjelaskan, target tersebut dirancang untuk menjaga konsistensi pasokan dan memenuhi permintaan pasar global secara berkelanjutan. ID FOOD juga terus memperkuat koordinasi dengan pemasok, mitra pengolahan, dan pembeli. Tujuannya, menjaga kualitas produk dan ketepatan waktu pengiriman.

Untuk pasar Amerika Serikat, ekspor dilakukan bekerja sama dengan importir RCC dan Sterling Seafood Corporation. Selain itu, ID FOOD juga mengembangkan pemasaran udang vaname ke Brunei Darussalam, Vietnam, dan Jepang. Ghimoyo mengatakan diversifikasi negara tujuan dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar, mengurangi ketergantungan pada satu kawasan, dan menjaga kesinambungan bisnis ekspor produk perikanan.

Produk yang dipasarkan terdiri dari dua kategori: udang mentah (raw) dan udang matang (cook). Variasinya meliputi PTO (Peeled Tail On), yaitu udang kupas dengan ekor yang masih utuh, serta PND (Peeled and Deveined), yaitu udang yang sudah dikupas, dibersihkan, dan dibuang urat punggungnya sehingga siap diolah.

Ghimoyo menambahkan, pengembangan ekspor ini tidak hanya berfokus pada peningkatan volume penjualan. ID FOOD juga ingin membangun rantai pasok yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan fokus perusahaan dalam memperkuat lini bisnis perdagangan dan logistik pangan. Menurutnya, keberhasilan ekspor membutuhkan kolaborasi yang kuat dari hulu hingga hilir. ID FOOD mengambil peran dalam menghubungkan sumber pasokan agar komoditas pangan dalam negeri semakin berdaya saing. Ke depan, ID FOOD akan terus memperkuat pengelolaan rantai pasok, meningkatkan kapasitas dan kontinuitas pasokan, serta menjajaki peluang pasar baru.

Ekspor perdana ini menjadi langkah awal ID FOOD untuk menembus pasar udang vaname di Amerika Serikat. Dengan target pengiriman rutin dan diversifikasi pasar ke beberapa negara Asia, perusahaan berharap dapat menjaga pertumbuhan bisnis ekspor produk perikanan Indonesia secara berkelanjutan.

ID FOODudang vanameeksporAmerika Serikatrantai pasokpasar globaldiversifikasi

Komentar

Memuat komentar...