IHSG Ditutup Menguat Tipis, Asing Jual Bersih Rp160 M

Wati N. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Asing Jual Bersih Rp160 M

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, 15 Juli 2026, berakhir dengan kenaikan tipis. Indeks naik 0,04% ke posisi 6.041,97. Kenaikan ini didorong oleh beberapa saham unggulan. Saham BBRI tercatat naik 1,07%, AMMN melesat 2,73%, dan BMRI menguat 0,96%. Di sisi lain, sejumlah saham justru tertekan. Saham CASA menjadi yang paling terpuruk dengan koreksi 8,40%. Disusul TLKM yang turun 1,56% dan BRMS yang melemah 3,48%.

Investor asing masih menunjukkan perilaku yang sama. Mereka kembali mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp160,43 miliar di pasar reguler. Jika dihitung dari seluruh pasar, nilai jual bersih asing mencapai Rp153,02 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual dari luar negeri masih berlanjut.

Dari sisi sektoral, situasinya cukup beragam. Enam dari sebelas indeks sektoral berhasil ditutup di zona hijau. Sektor Basic Industry menjadi pendorong utama penguatan dengan kenaikan 0,76%. Sementara itu, sektor Health justru menjadi yang terlemah. Sektor ini mengalami pelemahan paling dalam, yaitu sebesar 1,08%.

Beralih ke pasar global, mayoritas indeks utama Wall Street kembali menunjukkan penguatan. Dow Jones Industrial Average naik 0,29% ke level 52.658. Indeks S&P 500 bertambah 0,38% ke posisi 7.572. Nasdaq juga ikut menguat 0,62% ke level 26.269. Penguatan ini memberikan sentimen positif bagi pasar saham global, termasuk Indonesia.

Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan daftar High Shareholding Concentration (HSC). Daftar ini baru saja bertambah 37 emiten. Ada kemungkinan penambahan emiten lain dalam daftar tersebut di masa mendatang. Sementara itu, pergerakan ETF EIDO tercatat turun 0,50%. Indeks MSCI Indonesia bergerak hampir datar dengan pelemahan tipis 0,05%.

PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Hingga 30 Juni 2026, perusahaan telah menggunakan dana sebesar Rp166,71 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan terutama untuk membuka gerai baru. Selain itu, dana juga digunakan untuk menambah penyertaan modal pada entitas anak sebagai bagian dari pengembangan usaha.

Total dana bersih yang diperoleh dari IPO adalah Rp337,20 miliar. Dari jumlah tersebut, masih terdapat sisa dana sebesar Rp170,49 miliar. Sisa dana ini ditempatkan di rekening giro PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sebagian besar, yaitu Rp170,44 miliar, ditempatkan dengan bunga 5,00% per tahun. Sedangkan sisanya, Rp50,86 juta, memperoleh bunga 0,40% per tahun. Perusahaan menyatakan bahwa sisa dana tersebut akan digunakan secara bertahap. Penggunaannya akan sesuai dengan rencana yang tercantum dalam prospektus hingga akhir tahun 2026.

PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) melanjutkan pengembangan bisnisnya. Perusahaan membuka 23 Semarang Shopping Center. Selain itu, mereka juga membangun kawasan mixed-use 88 Plaza Balikpapan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperbesar kontribusi pendapatan berulang atau recurring income.

Sejak mulai beroperasi, 23 Semarang Shopping Center telah menarik lebih dari 30 ribu pengunjung. Di sisi lain, penjualan tahap awal ruko di 88 Plaza Balikpapan telah mencapai sekitar 40%. Angka ini menunjukkan tingginya minat terhadap proyek tersebut.

Kinerja keuangan INPP pada kuartal I-2026 juga menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan perusahaan meningkat 14,14% secara tahunan menjadi Rp326,91 miliar. Laba operasional naik 29,95% menjadi Rp41,11 miliar. Perusahaan juga membukukan laba bersih sebesar Rp44,07 miliar. Ini merupakan kebalikan dari periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perusahaan masih mencatat rugi bersih Rp132,87 miliar.

Untuk tahun 2026, INPP membidik pertumbuhan pendapatan sekitar 5% hingga 10%. Target ini dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 yang sebesar Rp1,74 triliun. Target tersebut ditopang oleh kontribusi dari proyek baru, optimalisasi aset yang telah beroperasi, serta pengembangan kawasan mixed-use.

PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) akan melaksanakan pemecahan saham atau stock split. Rasionya adalah 1:25. Melalui aksi korporasi ini, nilai nominal saham berubah dari Rp100 menjadi Rp4 per saham. Akibatnya, setiap satu saham lama akan berubah menjadi 25 saham baru.

Rencana ini telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 Juni 2026. Setelah stock split efektif, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat. Dari sebelumnya 1,88 miliar saham menjadi 46,88 miliar saham. Perubahan ini tidak mengubah besaran modal disetor perusahaan dan tidak menghasilkan saham pecahan.

MLPT memiliki modal dasar sebesar Rp600 miliar yang terbagi atas 150 miliar saham. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp187,50 miliar atau sekitar 31,25% telah ditempatkan dan disetor penuh. Sesuai jadwal, perdagangan saham dengan nominal lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi akan berakhir pada 20 Juli 2026. Selanjutnya, saham dengan nominal baru akan mulai diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 21 Juli. Sementara itu, perdagangan di Pasar Tunai akan dimulai pada 23 Juli.

Berikut adalah rekomendasi saham untuk hari ini:

  • BUKA - Beli di rentang 104-106 | Target harga (TP) 108-112 | Stop loss (SL) 98
  • MMIX - Beli di rentang 755-770 | TP 785-800 | SL 720
  • ARCI - Beli di rentang 1040-1050 | TP 1070-1100 | SL 980
  • MYOR - Beli di rentang 1755-1770 | TP 1785-1830 | SL 1680
  • SRTG - Beli di rentang 1660-1675 | TP 1685-1715 | SL 1570

Perlu diingat bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif. Ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG yang hampir stagnan menunjukkan pasar sedang dalam fase konsolidasi. Di satu sisi, ada tekanan jual dari asing dan pelemahan di sektor kesehatan. Di sisi lain, penguatan di sektor barang baku dan sentimen positif dari Wall Street memberikan sedikit dorongan. Sementara itu, aksi korporasi seperti stock split MLPT dan ekspansi INPP serta FORE menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan masih aktif mencari peluang pertumbuhan di tengah kondisi pasar yang beragam.

IHSGsahamkenaikannet sell asingrekomendasi sahamstock splitekspansi bisnis

Komentar

Memuat komentar...